Penampakan Proyek Rp1,1 Miliar Pembangunan 100 Lapak UMKM di Kawasan Eks MTQ Kendari

Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mempercepat pembangunan kawasan ekonomi baru di Kota Kendari melalui penyediaan 100 lapak UMKM di area Eks MTQ Kendari. Proyek bernilai Rp1,1 miliar ini ditargetkan menjadi sentra kuliner yang nyaman, modern, dan layak bagi para pelaku usaha lokal.
Pantauan Kendariinfo pada Jumat (21/11/2025) sore di area dalam Eks MTQ Kendari, menunjukkan pembagian area lapak menjadi dua sektor, masing-masing 50 unit di sisi kiri dan 50 unit di sisi kanan.
Pada bagian kanan Tugu Eks MTQ, para pekerja fokus menuntaskan pengerjaan lantai dasar. Sementara di sisi kiri, struktur tiang dan atap lapak berukuran 2,75 meter mulai berdiri.

Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak mengatakan, lapak UMKM tersebut dibangun dengan konsep semi permanen menggunakan tiang besi dan atap spandek.
Menurut Martin, bentuk lapak yang dibuat semi permanen agar para pedagang UMKM nanti hanya berdagang di lokasi itu, bukan menjadi tempat tinggal.
“Jangan sampai nanti yang masuk bukan pedagang UMKM tetapi pemilik yang punya modal. Padahal kami ingin lapak ini diberikan ke masyarakat yang mengandalkan hidupnya di UMKM,” kata dia, Selasa (18/11).
Dia memastikan pengerjaan dilakukan secara intensif untuk mengejar target penyelesaian. Ia optimistis pengerjaan fisik dapat rampung pertengahan Desember 2025.
“Pertengahan Desember kita targetkan tuntas. Penggunaannya bisa di akhir Desember juga atau awal Januari 2026,” lanjutnya.
Martin menambahkan, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, mendorong kawasan ini dikembangkan tidak hanya sebagai pusat kuliner, tetapi juga ruang hiburan rakyat. Rencananya, akan ada fasilitas tambahan seperti panggung musik agar pengunjung dapat menikmati sajian kuliner sekaligus hiburan malam dalam satu kawasan yang tertata.
“Kemudian manajemen listriknya juga akan kami atur karena tidak mungkin satu lapak satu meteran listrik. Apakah modelnya nanti satu meteran untuk beberapa lapak dengan menggunakan MCB (miniature circuite breaker) agar bisa dibatasi,” bebernya.
Dengan pembangunan ini, Pemprov Sultra ingin memastikan UMKM lokal memperoleh ruang yang layak dan strategis, sekaligus menghadirkan destinasi baru bagi warga dan wisatawan di pusat Kota Kendari.
“Kita ingin yang menempati adalah pelaku UMKM yang benar-benar menggantungkan hidup dari usahanya, bukan mereka yang bermodal besar,” tambahnya.
Terkait pengelolaan UMKM dan pembagian lapak pedagang, Martin mengatakan hal tersebut diserahkan ke Dinas Koperasi dan UMKM Sultra. Adapun anggaran yang digunakan senilai Rp1,1 miliar bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan 2025.
Gubernur Sultra Inisiasi Pembangunan 100 Lapak UMKM di Kawasan Eks MTQ Kendari, Rampung Desember





