Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Petani Terdampak Banjir di Sultra Dapat Bantuan Benih untuk 2.000 Hektare dan 25 Mesin Pertanian dari Mentan Amran

Petani Terdampak Banjir di Sultra Dapat Bantuan Benih untuk 2.000 Hektare dan 25 Mesin Pertanian dari Mentan Amran
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman saat meninjau sawah yang terendam banjir di kawasan persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (12/5/2026).

Kendari – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan bantuan benih padi gratis untuk lahan seluas 2.000 hektare serta 25 unit mesin pertanian bagi petani terdampak banjir di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Bantuan tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman saat meninjau kawasan persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Selasa (12/5/2026).

Amran mengatakan, bantuan diberikan untuk wilayah terdampak banjir di tiga kabupaten/kota di Sultra, termasuk Kota Kendari.

“Semua yang kena banjir kami akan berikan benih padi 2.000 hektare untuk tiga kabupaten ini gratis,” kata Amran.

Selain benih, pemerintah pusat juga menyalurkan 20 unit hand traktor dan lima unit combine harvester atau mesin panen guna membantu petani mempercepat pemulihan lahan pascabanjir.

“Kami kirim hand traktor 20 unit nanti pak wagub yang bagi. Kemudian combine harvester atau mesin panen juga kita kasih lima unit,” ujarnya.

Tak hanya itu, Kementan juga meminta Perum Bulog membangun fasilitas pengering gabah atau dryer di gudang Bulog untuk menyelamatkan hasil panen petani yang terdampak banjir.

“Dryer kami minta Bulog untuk membangun dryer di gudangnya agar padi petani yang terdampak ini bisa diselesaikan atau diselamatkan,” tambahnya.

Dalam peninjauan tersebut, Amran turut menyoroti tanggul jebol yang disebut menjadi salah satu penyebab banjir merendam area persawahan. Pemerintah meminta Badan Wilayah Sungai (BWS) segera memperbaiki tanggul dalam waktu satu minggu.

Banjir Landa 7 Daerah di Sultra, Konawe dan Koltim Jadi Wilayah Terdampak Parah

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten