Protes Antrean BBM Berujung Keributan di SPBU Warangga Muna

Muna – Keributan terjadi di SPBU Warangga, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Insiden tersebut diduga dipicu protes seorang warga terhadap antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) yang disebut tidak berjalan tertib.
Peristiwa itu menjadi perhatian setelah video keributan di lokasi beredar. Seorang wanita yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku mendapat ancaman hingga telepon genggamnya hendak dibanting oleh seorang pria yang diduga sebagai calo BBM pada Sabtu (24/10/2026).
Wanita tersebut menuturkan, ia bersama kakaknya tiba di SPBU Warangga sekitar pukul 09.30 Wita. Saat itu, antrean kendaraan sudah panjang, tetapi pengisian BBM belum dimulai karena masih menunggu kedatangan mobil tangki Pertamina.
Pengisian BBM baru dimulai sekitar pukul 10.30 Wita. Namun, ia mengaku melihat sejumlah orang yang diduga calo mengisi BBM lebih dahulu karena berada di dekat mesin pompa, sementara kendaraan lainnya harus mengantre.
Kondisi itu membuatnya keberatan. Ia menilai pengendara yang telah mengantre panjang di bawah terik matahari seharusnya mendapatkan pelayanan sesuai urutan antrean.
“Saya protes ke pegawainya. Untuk apa mengantre panjang-panjang kalau tidak ada gunanya, sementara ini banyak yang mengisi lewat depan,” katanya kepada Kendariinfo, Senin (26/10) malam.
Menurut pengakuannya, seorang pegawai SPBU kemudian menawarkan untuk mengisikan BBM untuk kendaraannya. “Mana motormu, bawa di sini, saya isikan,” cetusnya menirukan perkataan pegawai tersebut.
Namun, ia menilai persoalan yang diprotesnya bukan sekadar soal mendapatkan BBM, melainkan ketertiban antrean agar seluruh pengendara mendapatkan pelayanan sesuai urutan.
Situasi kemudian memanas saat kakaknya menghampiri dirinya di tengah protes tersebut. Seorang pria disebut mempertanyakan alasan mereka menyampaikan keberatan di lokasi.
Kakaknya pun mempertanyakan tempat yang seharusnya menjadi tujuan mereka untuk menyampaikan protes.
“Terus kita mau protes di mana,” tanyanya.
Wanita tersebut mengaku, seorang pria yang diduga sebagai calo BBM kemudian melontarkan kata-kata kasar dan ancaman kekerasan kepada kakaknya.
Keributan pun terjadi hingga terekam dalam video yang kemudian beredar. Ia mengaku merekam kejadian menggunakan telepon genggam karena khawatir kakaknya mengalami hal yang tidak diinginkan. Rekaman tersebut juga dimaksudkan sebagai bukti atas peristiwa yang terjadi.
Namun, menurut pengakuannya, pria tersebut justru emosi setelah mengetahui dirinya merekam kejadian. Ia menyebut pria itu kemudian menghampirinya dan hendak membanting telepon genggam miliknya.
“Saya kebetulan pegang HP, jadi saya videokan kejadian itu karena takut kakak saya kenapa-kenapa. Biar ada barang bukti. Ternyata orang yang menghampiri kakak saya emosi karena saya merekam, lalu dia juga menghampiri saya dan hendak membanting HP saya,” tuturnya.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari SPBU Warangga.





