Respons Humas TRG Kendari Usai Telantarkan Jemaah: Saya di Kolut, Tidak Tahu Perkembangan

Kendari – Humas Tajak Ramadhan Group (TRG) Kendari, Diman, mengaku tidak mengetahui perkembangan terbaru terkait jemaah umrah yang diduga terlantar di luar negeri. Ia menyebut sudah hampir sepekan tidak berada di kantor dan sedang berada di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Sudah hampir seminggu saya tidak di sana (TRG Kendari). Saya di Kolaka Utara. Saya tidak tahu mi perkembangan ini,” ucap Diman saat dikonfirmasi Kendariinfo, Rabu (11/2/2026).
Pernyataan tersebut muncul di tengah polemik dugaan penelantaran ratusan jemaah umrah oleh TRG Kendari. Harapan jemaah untuk menunaikan ibadah dengan tenang justru berubah menjadi kepanikan dan ketidakpastian akibat tidak adanya kejelasan jadwal pemulangan.
Sejumlah jemaah dilaporkan tertahan di Makkah tanpa tiket kembali ke Indonesia. Bahkan, sebagian lainnya sempat berada di Singapura dan harus menunggu berhari-hari di Bandara Internasional Changi Singapura tanpa kepastian.
Dalam kondisi serba tidak menentu, beberapa jemaah terpaksa menghubungi keluarga di kampung halaman untuk meminta bantuan dana demi membeli tiket pulang secara mandiri.
Ironisnya, di tengah situasi tersebut, komunikasi dengan pihak travel disebut terputus. Nomor yang biasa dihubungi tidak lagi merespons. Pesan singkat tidak dibalas, dan permintaan kepastian jadwal penerbangan tidak mendapat jawaban.
US (33), warga Kabupaten Kolaka yang keluarganya menjadi salah satu jemaah, mengaku sudah berulang kali mencoba menghubungi pihak travel, namun tidak mendapat respons.
“Sudah hilang kontak, susah dihubungi, saya saja diblokir,” ujar US kepada Kendariinfo, Rabu (11/2).
Padahal sebelumnya, lanjut US, Humas TRG Kendari sempat menyampaikan bahwa pihak travel terus berkoordinasi dengan mitra di Arab Saudi untuk menyesuaikan layanan di tengah tingginya mobilitas jemaah dari berbagai negara.
Namun pernyataan tersebut dinilai berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Saat persoalan pemulangan mencuat, pihak travel justru mengaku kesulitan dihubungi. Tidak ada penjelasan resmi, tidak ada kepastian tertulis, serta tidak ada pendampingan langsung kepada jemaah.
Kini, jemaah harus berjuang sendiri di negeri orang. Dalam kondisi kelelahan fisik dan tekanan psikologis, mereka dipaksa memikirkan cara pulang tanpa arahan dari pihak travel yang sebelumnya menjanjikan pelayanan penuh selama perjalanan ibadah.
Hingga berita ini diturunkan, sebagian jemaah memang telah kembali ke daerah masing-masing. Namun kepulangan tersebut bukan hasil fasilitasi travel, melainkan berkat bantuan dana dari keluarga. Sementara itu, masih terdapat jemaah yang berada di Makkah dan menunggu kepastian tiket pulang.
Derita Ratusan Jemaah Umrah Ditelantarkan, Pihak TRG Kendari Hilang dan Putus Kontak





