Sepekan Hilang, Tim SAR Gabungan Tutup Pencarian Perempuan Pencari Kerang di Mubar yang Hilang
Muna Barat – Operasi SAR terhadap seorang warga yang hilang di Muara Bone Balano, Desa Lasama, Kecamatan Tiworo Kepulauan, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), resmi dihentikan pada Jumat (29/5/2026) setelah memasuki hari ketujuh pencarian tanpa hasil.
Korban diketahui bernama Farida (45), warga Desa Lasama, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mencari kerang laut bersama keluarganya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari, Amiruddin A.S mengatakan, pencarian terakhir dilakukan hingga pukul 15.45 Wita oleh Tim SAR gabungan. Namun, upaya tersebut belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Hingga hari ketujuh pencarian, Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan hasil nihil,” ujar Amiruddin dalam keterangan resminya.
Ia menjelaskan, penghentian operasi dilakukan setelah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk keluarga korban. Dengan demikian, seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.
“Operasi SAR kondisi membahayakan manusia terhadap satu orang yang hilang di Muara Bone Balano Desa Lasama dinyatakan selesai dan ditutup. Operasi dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” katanya.
Diketahui, korban hilang sejak Sabtu (23/5). Saat itu korban bersama keluarganya pergi mencari kerang laut di kawasan Muara Bone Balano. Setibanya di lokasi, mereka berpencar untuk mencari kerang. Namun hingga pukul 13.30 Wita, saat seluruh anggota keluarga berkumpul kembali, korban tidak terlihat.
Pihak keluarga bersama masyarakat setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, tetapi korban belum ditemukan hingga akhirnya kejadian tersebut dilaporkan kepada Basarnas Kendari.
Dalam operasi pencarian tersebut, Tim SAR gabungan melibatkan berbagai unsur, di antaranya KPP Kendari, Unit Siaga SAR Muna, Polsek Tikep, Babinsa, Polair, SROP Kolaka, SROP Baubau, SROP Muna, aparat Desa Lasama, masyarakat sekitar, hingga keluarga korban.
Adapun peralatan yang digunakan meliputi rescue car, rubber boat, longboat, peralatan medis, peralatan evakuasi, alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
