Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Serapan Pupuk Subsidi Baru 50 Persen, Pemprov Sultra Dorong Sosialisasi ke Petani

Serapan Pupuk Subsidi Baru 50 Persen, Pemprov Sultra Dorong Sosialisasi ke Petani
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sultra, Prof. Muhammad Taufik. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (4/8/2025).

Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat penyerapan pupuk bersubsidi hingga Agustus 2025 baru sekitar 50 persen dari total alokasi tahun ini. Olehnya itu, Pemprov Sultra terus mendorong sosialisasi kepada petani.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Muhammad Taufik, mengatakan capaian tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Menurutnya, diperlukan peran aktif penyuluh dan kios pengecer untuk mendorong petani menebus pupuk.

“Ini menjadi PR kita. Teman-teman penyuluh, kios, dan petugas lainnya agar lebih gencar melakukan sosialisasi, sehingga petani mau menebus pupuknya,” katanya, Rabu (17/9/2025).

Meski baru 50 persen, Taufik menyebut tata kelola pupuk 2025 sudah lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Pemprov Sultra juga terus mengedukasi petani agar menggunakan pupuk sesuai dosis yang direkomendasikan.

Data pemerintah daerah mencatat dari total alokasi 105.342 ton pupuk subsidi dari Kementerian Pertanian, sebanyak 53.959,32 ton telah disalurkan ke 17 kabupaten dan kota di Sultra. Jumlah itu terdiri dari 19.434,14 ton Urea, 30.995,36 ton NPK Phonska, dan 3.529,82 ton NPK Formula.

Untuk memastikan distribusi tepat sasaran, Pemprov Sultra telah membentuk komisi pengawasan yang melibatkan Ombudsman, kepolisian, TNI, dan dinas terkait. Petani yang ingin mendapatkan pupuk subsidi wajib terdaftar pada sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) sebelum melakukan penebusan.

“Kalau dulu petani yang mencari pupuk, sekarang pupuk mencari petani. Kami sudah bekerja sama serta berkoordinasi dengan Pupuk Indonesia dan seluruh stakeholder pengawasan untuk memastikan ketersediaan pupuk maupun pestisida,” ungkap Taufik.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten