Stok Beras Sultra Capai 95.500 Ton, Bulog Pastikan Aman hingga Maret 2027

Kendari – Stok beras di Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai 95.500 ton hingga akhir Agustus 2026. Perum Bulog Kanwil Sultra memastikan persediaan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat bahkan hingga Maret 2027.
Kepala Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tenggara (Sultra), Erdi Baskoro, mengatakan stok tersebut tersebar di sejumlah gudang Bulog, baik milik kantor wilayah maupun kantor cabang.
“Stok beras di Bulog alhamdulillah melimpah. Kami punya 95.500 ton yang tersebar di seluruh gudang yang kami miliki, baik di kantor wilayah maupun di cabang,” kata Erdi, Rabu (2/9/2026).
Menurut Erdi, kondisi stok tersebut membuat masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Bulog Sultra bahkan telah menyalurkan sebagian stok ke sejumlah wilayah yang mengalami defisit beras.
Bulog Sultra mencatat sebanyak 25 ribu ton beras telah dipindahkan untuk memenuhi kebutuhan di wilayah lain. Penyaluran tersebut mencakup sejumlah wilayah seperti Papua, Maluku, Sulawesi Tengah (Sulteng), dan Sulawesi Utara (Sulut).
“Kanwil Sultra masuk ke wilayah lain yang defisit, seperti Kanwil Papua, Maluku, Sulteng, dan Sulut. Jadi kami sebarkan stok ke sana untuk pemerataan stok secara nasional,” ujarnya.
Di sisi lain, Bulog Sultra terus menyerap gabah petani untuk memperkuat cadangan beras. Hingga 31 Agustus 2026, serapan gabah petani telah mencapai 168.568 ton atau 72,18 persen dari target yang ditetapkan kantor pusat.
Bulog Sultra mendapat target serapan sebanyak 233.534 ton gabah kering panen pada 2026. Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar 64.966 ton gabah yang harus diserap untuk memenuhi target.
Erdi optimistis sisa target tersebut dapat dipenuhi karena produksi gabah diperkirakan meningkat pada periode panen September hingga November 2026.
“Kami yakin 100 persen tercapai. Bahkan kami optimistis bisa lebih daripada 100 persen serapan gabah petani,” jelasnya.
Ia menegaskan masyarakat Sultra tidak perlu melakukan pembelian beras secara berlebihan karena persediaan yang dimiliki Bulog masih mencukupi.
Erdi juga menyebut penyaluran beras ke daerah lain dilakukan berdasarkan perintah dari kantor pusat. Meski demikian, ia memastikan pengiriman stok keluar daerah tidak mengganggu ketersediaan beras untuk masyarakat Sultra.
“Kami yakinkan beras aman sampai dengan tahun depan. Bahkan sampai bulan Maret pun masih aman. Jadi masyarakat Sulawesi Tenggara tidak perlu panik buying,” pungkasnya.





