Terjadi Lagi, Warga Kendari Lelah Antre Ternyata QR Code BBM Dipakai Orang Lain

Kendari – Warga di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali mengeluhkan QR Code untuk pembelian BBM bersubsidi yang telah digunakan di SPBU lain, meski kendaraan mereka tidak berada di lokasi tersebut. Keluhan itu dialami warga saat mengantre BBM di sejumlah SPBU.
Warga berinisial AG mengalami kejadian tersebut saat mengantre di SPBU Punggolaka, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga pada Senin (5/10/2026). Ia telah mengantre hampir dua jam sebelum mengetahui jatah BBM pada QR Code miliknya telah digunakan di Raha.
“Saya mengantre kemarin di SPBU Punggolaka hampir 2 jam, pas tiba pengisian kata petugasnya QR Code saya sudah dipakai di Raha. Jadi saya batal isi BBM kemarin,” kata AG kepada Kendariinfo, Selasa (6/10).
AG mengaku heran karena QR Code miliknya tercatat digunakan untuk pembelian BBM di Kabupaten Muna sementara mobil yang digunakannya tidak pernah berada di daerah tersebut.
“Bisa-bisanya dipakai di Raha, padahal ini mobil saya tidak pernah kemana-mana, apalagi di hari itu mau ke Raha,” ujarnya.
AG kemudian kembali mencoba mengisi BBM di SPBU Punggolaka pada Selasa (6/10) pagi. Namun, ia kembali mendapati jatah BBM pada QR Code miliknya telah digunakan di Raha sebanyak 41 liter.
“Tadi pagi lagi saya coba antre pagi-pagi di SPBU Punggolaka, karena kemarin itu sore saya antre. Eh, tetap juga terpakai di Raha lagi 41 liter. Terpaksa saya isi botolan daripada tidak jalan mobilku,” ungkapnya.
Keluhan serupa dialami warga berinisial AR saat mengantre di SPBU Brimob Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Baruga, Kendari pada Senin (5/10). Ia mengaku jatah BBM miliknya telah tercatat digunakan di SPBU Puuwatu sebanyak 40 liter.
“Saya antre kemarin sore 2 jam lebih di SPBU Brimob, jatahku sudah terpakai di SPBU Puuwatu 40 liter. Saya protes ke petugas, katanya langsung ke Puuwatu saja protes,” kata AR.
AR kemudian kembali mencoba mengantre pada Selasa (6/10) pagi untuk memastikan QR Code miliknya masih dapat digunakan. Kali ini, ia menyebut jatahnya tidak lagi tercatat telah digunakan.
“Nah tadi saya coba antre pagi-pagi, untung tidak terpakai lagi, jadi bisa saya isi,” ujarnya.





