Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Muna

Warga di Muna Pukul Buaya Pakai Kayu di Jembatan SOR La Ode Pandu

Warga di Muna Pukul Buaya Pakai Kayu di Jembatan SOR La Ode Pandu
Buaya yang muncul di sebuah kali sekitar kawasan SOR La Ode Pandu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (14/9/2022).

Muna – Beredar sebuah video yang merekam warga Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) sedang menunggu kemunculan buaya di permukaan air di sekitar kawasan Gedung SOR La Ode Pandu. Ketika kelihatan, salah satu pria dalam video tersebut langsung memukul buaya menggunakan kayu yang sudah disiapkan sebelumnya, Rabu (14/9/2022) lalu.

Pada video yang dilihat Kendariinfo, seekor buaya berenang dengan menampakkan sebagian tubuhnya pada permukaan air. Buaya itu berenang pada kali yang berada di bawah sebuah jembatan. Warga yang sudah melihatnya lebih dulu dari atas jembatan lalu mendahului dan menunggu pada arah di mana buaya itu akan muncul.

“Itu (buaya) dari dekat rumahmu kah? Memang dipelihara atau bagaimana?” tanya pria yang merekam video. “Iya, dari muka rumah ini. Di situ memang tempatnya, rawa,” percakapan para warga yang menunggu buaya di Muna.

Seketika Percakapan itu terhenti sejenak setelah buaya yang mereka tunggu muncul.

“Itu dia (buaya),” ucap salah seorang pria dalam video itu sembari mengayunkan kayu yang dipegangnya ke arah buaya. Sontak, buaya yang dipukul itu langsung memberontak dan berenang menjauh dari warga.

“Besarnya itu buaya. Bahaya yang mandi-mandi itu,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sultra, Prihantoro mengungkapkan, pihaknya telah memantau kemunculan buaya tersebut. Anggota BKSDA pun juga sudah dikerahkan untuk mengecek lokasi.

Baca Juga:  Perburuan Liar Jadi Alasan Menurunnya Populasi Anoa di Sultra

“Iya, anggota kami sementara memantau ke lapangan,” ungkapnya.

Prihantoro mengimbau kepada warga yang bermukim di kawasan Gedung SOR La Ode Pandu untuk tidak mendekat di lokasi kemunculan buaya. Dia menduga buaya tersebut merupakan satwa yang beberapa waktu lalu berusaha dijerat oleh BKSDA menggunakan itik hidup karena meresahkan warga dengan menampakkan diri di jalan raya.

“Untuk saat ini jauhi dulu lokasi sekitar Gedung SOR untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dugaan kami begitu (buaya yang dijerat),” pungkasnya.

Editor
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten