Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Warga Keluhkan Pelayanan RSUD Antero Hamra Kendari, Begini Jawaban Pemkot

Warga Keluhkan Pelayanan RSUD Antero Hamra Kendari, Begini Jawaban Pemkot
RSUD Antero Hamra. Foto: Istimewa.

Kendari – Warga berinisial E mengeluhkan pelayanan RSUD Antero Hamra Kota Kendari setelah mengaku tidak mendapatkan pelayanan menggunakan BPJS Kesehatan saat mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menindaklanjuti keluhan tersebut dengan melakukan penelusuran dan evaluasi terhadap pelayanan rumah sakit.

Keluhan itu berawal saat E mendatangi IGD RSUD Antero Hamra pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita karena mengalami nyeri akibat asam lambung. E mengaku dokter yang bertugas saat itu menyampaikan bahwa dirinya tidak dapat menggunakan BPJS Kesehatan apabila membutuhkan perawatan lebih lanjut.

E kemudian meninggalkan RSUD Antero Hamra dan melanjutkan pemeriksaan di RS Bhayangkara Kendari. Ia mengaku mendapatkan tindakan medis berupa pemasangan infus dan menjalani proses rawat inap di rumah sakit tersebut.

Kepala Dinkes Kota Kendari, Hasria, mengatakan pihaknya telah meminta RSUD Antero Hamra melakukan penelusuran terhadap keluhan yang disampaikan masyarakat.

Hasria mengatakan evaluasi tidak hanya mencakup tindakan medis, tetapi juga komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien dan keluarga.

“Kami telah meminta dilakukan penelusuran dan evaluasi terhadap kejadian ini. Seluruh proses pelayanan menjadi perhatian kami, termasuk komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien dan keluarga. Jika terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki, tentu akan menjadi bahan pembenahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” kata Hasria, Sabtu (5/9).

Menurut Hasria, pelayanan kesehatan harus memperhatikan proses pemeriksaan sekaligus komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dengan masyarakat.

Sementara itu, Direktur RSUD Antero Hamra Kota Kendari, dr. Asharni Anshari Sadaoda, mengatakan hasil penelusuran pihak rumah sakit menunjukkan pasien telah diterima dan diperiksa di IGD.

Ia menjelaskan tenaga medis melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, anamnesis, dan pemeriksaan fisik terhadap pasien. Setelah pemeriksaan tersebut, tenaga medis merencanakan penanganan dan observasi sesuai kondisi klinis pasien.

“Pasien telah diterima dan diperiksa oleh tenaga medis. Namun, kejadian ini tetap menjadi bahan evaluasi kami, khususnya dalam meningkatkan komunikasi dan pelayanan kepada pasien dan keluarga,” ujar dr. Asharni.

RSUD Antero Hamra juga telah menggelar rapat dan investigasi internal untuk mengevaluasi kejadian tersebut. Proses itu melibatkan jajaran manajemen, Komite Medik, Komite Keperawatan, serta tenaga kesehatan yang bertugas di IGD.

Pemkot Kendari menyatakan hasil evaluasi akan menjadi bahan pembenahan apabila ditemukan pelayanan atau komunikasi yang masih perlu diperbaiki.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten