Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Konten Pilihan

Yunita Triyana, Dokter Gigi Kendari yang Sukses Jadi Mompreneur

Yunita Triyana, Dokter Gigi Kendari yang Sukses Jadi Mompreneur
Yunita Triyana. Instagram @yunitatriyana.

Kendari – Yunita Triyana merupakan seorang dokter gigi kelahiran Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sukses menjadi mompreneur. Dia seorang selebgram, youtuber, pebisnis, sekaligus ibu rumah tangga.

Istilah mompreneur biasanya disematkan pada mereka yang mampu membagi waktu antara urusan bisnis dan keluarga. Meski terlihat sulit, hal itu bukan tidak mungkin untuk dilakukan. Menjadi mompreneur memiliki banyak keuntungan. Misalnya, seseorang lebih fleksibel dalam membagi waktu, kapan mengurus rumah tangga, dan kapan harus bekerja untuk usahanya. Selain itu, mompreneur tentunya bisa menunjukkan aktualisasi diri, membuatnya lebih kreatif dan mandiri.

Menurut Yunita, tidak ada tips khusus untuk melakukan keduanya. Namun dia harus mampu seluruhnya. Menjadikan itu sebagai tanggung jawab yang harus dijalani. Kuncinya adalah tanggung jawab. Bertanggung jawab pada keluarga, bertanggung jawab pada bisnis yang ditekuni.

“Misal pagi sampai siang aku urus anak. Siang sampai sore aku urus bisnis,” ujarnya.

Pendidikan Yunita Triyana

Pada 1994 – 2000, wanita kelahiran 6 Juni 1988 silam ini menempuh pendidikan di SD Kuncup Pertiwi. Tahun 2000 – 2003, duduk di bangku SMP 1 Kendari. Dan 2003 – 2006, melanjutkan sekolah di SMAN 1 Kendari. Setelah lulus, dia sempat kuliah di Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, Jawa Barat (Jabar) selama satu tahun (2006 – 2007).

“Tapi 2007 diterima di Fakultas Kedokteran Gigi, UNPAD dari tahun 2007 sampai 2013,” katanya.

Yunita lulus di Fakultas Kedokteran melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Menurutnya, hal terberat menjadi seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran adalah saat menjadi dokter muda alias koass. Seluruh perlengkapan hingga pakaian harus dibeli sendiri. Bahkan terpaksa membayar biaya pasien yang ditangani.

“Kisaran biaya kuliah sudah lupa. Tapi karena lulus SNMPTN jadi enggak terlalu mahal. Yang mahal itu waktu sudah koass. Harus beli alat, dan bayarin pasien juga,” ujarnya.

Dalam menjalani kariernya sebagai dokter gigi, Yunita pernah praktik di Desa Puriala, Kecamatan Puriala dan Desa Kapoiala, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Sultra. Dia juga sempat praktik di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari. Di sana dia bekerja selama setahun.

Namun pada akhirnya dia harus memilih. Dan pilihannya jatuh pada dunia bisnis. Setelah menikah, Yunita memutuskan fokus mengurus anak sembari menjalankan beberapa bisnisnya di Jakarta.

Bisnis fashion, slimming product, dan skincare

“Lima tahun berproses. Kadang ramai kadang sepi, kadang buka kadang tutup. Kadang seneng banget, kadang sedih banget,” kata Yunita yang menggeluti bisnis sejak 2016 lalu. Ya, dia memulai bisnisnya sejak 2016. Meski betul-betul fokus pada 2019.

Di bidang fashion, Yunita terbilang sukses menjalankan bisnis brand baju kekinian bernama Mimo Label. Lewat bisnis yang satu ini, Yunita siap membantu para wanita dan ibu muda di Indonesia tampil modis dan stylish dalam mendukung aktivitas kesehariannya.

Baca Juga:  5 Seleb TikTok dengan Followers Terbanyak di Sultra, Berikut Daftarnya

Di Mimo Label, ibu-ibu muda bisa memilih beragam jenis dan model baju. Seperti tie dye motif (atasan, kaos, dress, piyama set), pattern motif (piyama set, dress, kemeja), bawahan (ripped jeans, celana pendek, legging, rok kulit), dan outer (jaket jeans, blazer), fashion muslim, fashion ibu menyusui (busui), rayon, dan masih banyak lagi.

Selain fashion, Yunita juga mengepakkan sayapnya pada produk pelangsing. Namanya Slimbymimo. Pil pelangsing herbal ini bermanfaat dalam mengendalikan nafsu makan dan membakar lemak dari dalam tubuh. Sehingga proses penurunan badan menjadi maksimal.

Dan bisnis lain yang ditekuni Yunita adalah produk kecantikan. Ketertarikannya pada kecantikan dimulai saat dia menjadi seorang ibu. Mimo, panggilan lain Yunita sedikit lupa merawat diri, khususnya kecantikan. Namun ternyata, terlihat cantik setelah berumah tangga, dan memiliki anak merupakan keharusan dan kewajiban para wanita. Hal ini agar para wanita makin percaya diri dan memesona di hadapan suaminya.

Berdasarkan pengalaman tersebut, pada tahun 2019, ia tergerak membuat produk kecantikan berkualitas yang tidak kalah dengan produk luar dengan harga terjangkau. Dengan brand kecantikan bernama Glowmy, ia menciptakan beragam jenis paket lengkap terdiri dari facial wash, toner, serum, day cream, dan night cream.

“Alhamdulillah berdasarkan pengalaman pribadi, saya bisa memiliki usaha sendiri dan ketiga produk tersebut dapat diterima oleh wanita dan ibu-ibu muda di Indonesia,” ungkapnya.

Konten Kreator

Konten kreator atau pembuat konten merupakan orang yang memproduksi dan memublikasikan ide dan gagasan berupa gambar, video, suara ke berbagai platform, seperti Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, TikTok, dan lainnya. Kreativitas menjadi kunci utama dalam memproduksi konten.

Namun, sebelum membahas soal konten kreator yang dijalani Mimo, mari kita berkenalan kembali dengannya. Dia ternyata kontestan Puteri Indonesia perwakilan Sulawesi Tenggara 2007. Tampaknya, menghasilkan konten menarik di media sosial bukanlah hal yang sulit jika dilihat latar dari belakangnya. Puteri Indonesia, dokter gigi, pebisnis, sekaligus ibu rumah tangga, wow.

Wanita bernama lengkap Yunita Triyana Nasruddin ini membagikan konten-konten yang berasal dari pengalaman pribadi. Mulai dari tips ibu dan anak, foto produk anak, hingga Question&Answer (Q&A). Di Instagram, pemilik akun @yunitatriyana ini juga telah diikuti 118 ribu orang.

“Untuk urus konten aku biasanya jadwalin. Dalam satu hari itu aku bisa beresin dua sampai tiga konten,” kata ibu dari dua anak ini.

Keluarga Yunita Triyana di Kendari

Dia lahir dari keluarga berada. Sayangnya, sukses tak ditentukan oleh itu. Ayahnya dulu merupakan seorang petinggi bank di Sultra. Sedangkan ibunya seorang guru PNS. Menurut Yunita, dia bersama empat saudaranya dididik mandiri sejak kecil. Tak selalu mendapat kemewahan.

Baca Juga:  Seorang Youtuber di Kendari Lelang Jaket Bomber Hadiah dari Jokowi

“Aku ingat betul uang jajan kami pas sekolah itu lima ribu. Bukan per hari, tapi per minggu. Padahal bisa dibilang kami dulu adalah anak bos. Ke sekolah harus berjalan kaki. Ada uang lebih baru bisa naik becak. Kami punya mobil. Tetapi papaku selalu bilang, itu mobil dinas, bukan mobil keluarga,” ungkap Mimo mengenang masa kecilnya.

Bagi Mimo, itulah cara kedua orang tua mendidik dia dan saudaranya, tegas dan sederhana. Saat ini, ayah dan ibunya telah pensiun. Keduanya menetap di Kendari Permai, Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

Kisah Pertemuan Yunita dan Lung

Setelah menikah, Mimo memutuskan ikut suaminya, Lung, tinggal di Jakarta pada 2016. Namun jauh sebelum itu, Mimo berbagi kisah awal pertemuannya dengan Lung.

“Kami berdua sama-sama menjauh karena kami sadar bahwa kami terlalu banyak perbedaan. Namun setelah lima tahun berpisah dan bertemu kembali, kami merasa yakin kalau hubungan kami ini bisa diperjuangkan,” ungkap Yunita tentang hubungannya dengan Lung.

Awalnya Yunita mengenal Lung justru dengan orang yang mendekatinya. Lucunya, mantan Yunita waktu itu ternyata adalah teman Lung, dan mantan Lung merupakan teman Yunita juga. Setelah berkomitmen untuk memperjuangkan hubungan mereka di hadapan keluarga, Lung melamar Yunita pada tanggal 23 November 2014 di Bali.

“Kami berdua jarang bertemu karena menjalani hubungan jarak jauh, aku di Kendari sedangkan Lung di Jakarta. Kemudian tiba-tiba Lung mengirimkan tiket ke Bali untuk berlibur dengan teman-temannya di sana. Pagi-pagi buta Lung mengajak aku melihat sunrise. Sesampainya di pantai belakang hotel, aku mengambil tongsis untuk selfie. Namun saat akan mengambil foto ternyata di kamera sudah terlihat dia memegang kotak cincin, and he proposed me!” kenang Yunita bahagia.

Akhirnya mereka memutuskan menikah pada 28 November 2015 dengan adat Suku Tolaki di Hotel Claro Kendari. Dari pernikahan itu, mereka telah dikaruniai dua orang anak. Mimo dan Lung telah hidup bahagia di sebuah rumah mewah di Jakarta.

Oleh Yunita, siapa saja bisa meraih kesuksesan. Yang membedakan adalah niat, usaha, dan kerja kerasnya. Berjaya menempuh pendidikan dokter gigi, menjalankan tiga bisnis serempak, konten kreator, sekaligus ibu rumah tangga menjadikannya wanita sukses di usia yang terbilang muda, 33 tahun.

“Enam tahun sekolah kedokteran gigi, eh ujung-ujungnya malah jadi bikin brand baju sendiri, brand slimming sendiri, brand skincare sendiri. Kok bisa yah? Ya bisa lah, masa enggak. Semua orang pasti bisa. Jadi buat yang masih bermimpi, percayalah mimpi itu bisa terwujud kok tergantung kamu,” tutupnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten