Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

9 Tahun Mekar, Warga Kusambi Keluhkan Sulitnya Akses Jaringan Internet di Mubar

9 Tahun Mekar, Warga Kusambi Keluhkan Sulitnya Akses Jaringan Internet di Mubar
Warga Desa Kusambi, Lukman (kiri) dan Misran (kanan) saat mencari jaringan internet. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (22/4/2023).

Muna Barat – Warga Desa Kusambi, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat (Mubar) mengeluhkan sulitnya akses jaringan internet. Padahal daerah tersebut telah mekar sejak 9 tahun lalu atau tepatnya tahun 2014.

Warga bernama Lukman (22) mengatakan bahwa Desa Kusambi adalah salah satu desa yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Muna dan Mubar. Pusat aktivitas warga kerap kali dilakukan di desa tersebut sebab ada tiga unit masjid berdiri kokoh, sebuah sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP). Selain itu, Kantor Kecamatan Kusambi dan Dinas Koperasi Kabupaten Mubar yang menjadi tempat pelayanan masyarakat juga terletak di lokasi tersebut. Bahkan, Bandar Udara Sugimanuru yang biasa mengantar penumpang rute Mubar – Makassar juga terletak di tengah desa tersebut.

Namun, warga sekitar termasuk masyarakat lainnya yang melintas di desa tersebut sering mengeluhkan sulitnya akses jaringan internet yang tidak bisa dijangkau secara merata.

“Begini yang kasi malas kita di Kusambi ini. Jaringan internetnya susah sekali. Kalau kita mau dapat jaringan, kecuali kita keliling cari-cari dulu. Kalau pun ada, pasti suka hilang-hilang,” kesalnya kepada Kendariinfo, Sabtu (22/4/2023).

Warga lainnya bernama Mirsan (33) menjelaskan bahwa ia tidak bisa membuka akses internet karena susahnya jaringan di Desa Kusambi. Sebagai lokasi yang menjadi salah satu pusat atau sentral pelayanan kepada masyarakat, seharusnya pemerintah tidak tutup mata dan bisa mengupayakan penambahan akses jaringan apalagi pelayanan saat ini berbasis teknologi.

Baca Juga:  Besok Ada Pemadaman Listrik di Konut dari Pagi hingga Sore

“Setiap kali mau akses internet, kita harus ke area tugu pesawat dulu cari jaringan. Itu pun masih hilang-hilang, masa harus ke desa sebelah lagi dulu hanya untuk dapat jaringan,” kesalnya.

Ia menambahkan, sebagai daerah yang telah mekar selama 9 tahunan lebih, seharusnya pemerintah daerah bisa mengupayakan perbaikan dan penambahan jaringan internet di lokasi-lokasi yang kesulitan jaringan bahkan lokasi lainnya yang sama sekali belum tersentuh internet.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten