Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Belajar dari Pemkot Kendari, Konawe Siapkan Replikasi Layanan Darurat 112 untuk Tingkatkan Respons Publik

Belajar dari Pemkot Kendari, Konawe Siapkan Replikasi Layanan Darurat 112 untuk Tingkatkan Respons Publik
Suasana kunjungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe untuk mempelajari layanan darurat 112 di Command Center Balai Kota Kendari. Foto: Istimewa. (17/4/2026).

Kendari – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe mulai melirik sistem layanan darurat 112 milik Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari sebagai model yang siap diadopsi guna memperkuat pelayanan publik berbasis teknologi.

Hal itu terungkap dalam kunjungan kerja Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Konawe, Muh. Akib Ras, ke Command Center Balai Kota Kendari, Jumat (17/4/2026). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Konawe mempelajari secara langsung mekanisme layanan Call Center 112 yang selama ini menjadi andalan Pemkot Kendari dalam merespons cepat berbagai laporan masyarakat, terutama situasi darurat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kendari, Sahuriyanto Meronda saat menjelaskan soal layanan darurat 112 kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kendari, Sahuriyanto Meronda saat menjelaskan soal layanan darurat 112 kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe. Foto: Istimewa. (17/4/2026).

Sahuriyanto menjelaskan, sistem 112 di Kendari telah terhubung dengan Command Center serta didukung jaringan CCTV yang tersebar di sejumlah titik kota. Setiap laporan yang masuk akan otomatis dibuatkan tiket aduan, kemudian diteruskan ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sesuai jenis permasalahan.

“Setiap aduan yang diterima langsung masuk ke sistem dan didistribusikan ke OPD teknis. Proses penanganannya bisa dipantau secara langsung melalui dashboard monitoring di Command Center,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem tersebut memungkinkan pengawasan penanganan laporan dilakukan secara real-time, sehingga progres penyelesaian dapat terukur dan transparan.

Meski demikian, evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan, seperti keterlambatan respons dari OPD teknis serta laporan masyarakat yang tidak masuk melalui jalur resmi, sehingga tidak tercatat dalam sistem.

Baca Juga:  Wali Kota Kendari Cek Kesiapan Pengusaha UMKM Jelang Forum Internasional UCLG Aspac

“Masih ada laporan yang tidak disampaikan lewat kanal resmi, dan ini membuatnya tidak terdata dalam sistem. Selain itu, kedisiplinan respons OPD juga masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Berdasarkan data, tercatat sebanyak 256 panggilan masuk ke layanan 112, dengan sekitar 60 panggilan yang belum tertangani secara optimal. Selain itu, sekitar 18 persen laporan tidak sesuai prosedur pelaporan yang telah ditetapkan.

Menanggapi hal tersebut, kedua pihak sepakat pentingnya penguatan standar operasional prosedur (SOP), peningkatan kedisiplinan OPD, serta edukasi kepada masyarakat agar menggunakan kanal resmi.

Melalui kunjungan ini, Pemkab Konawe menyatakan kesiapannya untuk mereplikasi sistem layanan 112 dan Command Center Kendari sebagai langkah konkret meningkatkan kualitas layanan publik di daerahnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten