BMKG: Sultra Berpotensi Hadapi El Nino Lemah – Moderat hingga Juli 2026

Kendari – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi iklim di Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam beberapa bulan ke depan cenderung dipengaruhi fenomena El Nino dengan intensitas ringan hingga sedang.
Saat El Nino terjadi, wilayah seperti Sultra umumnya mengalami penurunan curah hujan, sehingga cuaca menjadi lebih kering dari biasanya dan berpotensi memicu kekeringan.
Kepala Stasiun Klimatologi Sultra, Kusairi, menjelaskan peluang terjadinya El Nino tersebut diperkirakan berlangsung mulai Mei hingga Juli 2026 dengan kemungkinan berkisar 50 hingga 80 persen. Kondisi ini berpotensi memengaruhi pola cuaca di wilayah Sultra, terutama terkait curah hujan yang cenderung menurun.
“Untuk periode Mei sampai Juli 2026, indikasinya mengarah pada El Nino kategori lemah hingga moderat dengan peluang yang cukup besar,” kata Kusairi, Jumat (17/4/2026).
Di tengah berkembangnya berbagai istilah populer di masyarakat, BMKG menegaskan bahwa lembaga tersebut hanya mengenal tiga klasifikasi resmi dalam menggambarkan fenomena El Nino, yakni lemah, moderat, dan kuat.
Kusairi menekankan, istilah seperti “El Nino Godzilla” maupun “Super El Nino” bukan bagian dari terminologi ilmiah yang digunakan BMKG dan tidak berasal dari rilis resmi.
“Tidak ada istilah El Nino Godzilla dalam klasifikasi kami. BMKG hanya menggunakan kategori lemah, sedang, dan kuat,” ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa sumber jelas, terutama yang berkaitan dengan isu cuaca ekstrem.
BMKG juga mengimbau warga Sultra untuk rutin memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi, guna memastikan data yang diperoleh akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.





