BMKG Catat 25 Gempa Guncang Sultra Selama 10 – 16 April 2026

Kendari – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Kendari mencatat sebanyak 25 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) selama periode 10 hingga 16 April 2026.
Data yang dirilis pada Jumat (17/4) itu menunjukkan puluhan gempa tersebut tersebar di 11 wilayah kabupaten dan kota, dengan sebagian di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
Wilayah dengan aktivitas gempa terbanyak tercatat di Konawe Selatan (Konsel) dengan 5 kejadian, 1 di antaranya dirasakan. Disusul Kolaka Timur (Koltim) dan Kota Kendari masing-masing 4 kejadian, di mana satu gempa di Kendari turut dirasakan warga.
Selanjutnya, Kabupaten Muna mencatat 2 kejadian gempa dan 1 di antaranya dirasakan. Sementara Konawe Utara (Konut), Konawe, dan Kolaka masing-masing mengalami 2 kali gempa.
Adapun wilayah lain seperti Bombana, Kolaka Utara (Kolut), Buton Selatan (Busel), dan Konawe Kepulauan (Konkep) masing-masing tercatat mengalami 1 kejadian gempa.
Selain itu, secara regional, Pusat Gempa Regional IV juga mencatat total 146 kejadian gempa bumi selama periode yang sama di kawasan Sulawesi dan sekitarnya, meliputi Sultra, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Barat (Sulbar), Gorontalo, hingga sejumlah wilayah perairan seperti Teluk Bone, Laut Banda, dan Laut Flores.
Stasiun Geofisika Kendari menyebutkan, beberapa gempa yang terjadi di Sultra dalam sepekan terakhir memiliki intensitas yang masih tergolong ringan hingga sedang. Di antaranya gempa di Konsel pada 13 April dengan kekuatan II MMI yang dirasakan di Koltim.
Kemudian gempa di Kota Kendari pada 14 April dengan intensitas III MMI, serta gempa di wilayah Muna pada 16 April yang juga mencapai III MMI dan dirasakan masyarakat setempat.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta terus mengikuti informasi resmi terkait aktivitas kegempaan.





