Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Siswa SMP di Kolaka Diduga Jadi Korban Perundungan dan Pengeroyokan, Orang Tua Lapor Polisi

Siswa SMP di Kolaka Diduga Jadi Korban Perundungan dan Pengeroyokan, Orang Tua Lapor Polisi
Aksi pengeroyokan yang dilakukan sejumlah pelajar terhadap siswa SMPN 1 Pomalaa, Kabupaten Kolaka. Foto: Istimewa.

Kolaka – Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga menjadi korban perundungan dan pengeroyokan oleh sejumlah teman sekolahnya. Orang tua korban telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Ayah korban, Alan, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (13/10/2026), saat anaknya pulang sekolah sekitar pukul 11.50 Wita, di depan SMPN 1 Pomalaa korban diduga diadang oleh seorang siswa berinisial R.

“Awalnya anak saya dituduh memfitnah R, tetapi setelah dicek ternyata tuduhan itu tidak benar. Orang yang menyebarkan fitnah tersebut justru teman mereka yang lain,” kata Alan saat dikonfirmasi Kendariinfo, Senin (19/10).

Ia menjelaskan, setelah diadang, korban kemudian ditendang oleh seorang siswa inisial A hingga tersungkur. Korban selanjutnya diduga mendapat pukulan dari beberapa siswa lainnya, di antaranya J, Z, dan R.

Akibat kejadian itu, korban sempat mengalami trauma dan mual. Alan mengaku khawatir karena serangan yang dialami anaknya diduga banyak mengarah ke bagian kepala.

“Yang sangat disayangkan, tidak ada iktikad baik dari keluarga para pelaku untuk membawa anak saya menjalani pemeriksaan ke puskesmas atau rumah sakit setelah kejadian,” ujarnya.

Alan mengungkapkan, dirinya mengetahui kejadian tersebut pada hari yang sama. Ia yang tengah berada di luar daerah kemudian menuju Pomalaa pada sore hari untuk menjemput anaknya dan membawa persoalan itu ke kepolisian

Alan berharap polisi segera menindaklanjuti laporan tersebut dan memproses para siswa yang diduga terlibat sesuai ketentuan yang berlaku. Ia khawatir kejadian tersebut berdampak terhadap kondisi psikologis anaknya serta kemungkinan terulangnya peristiwa serupa apabila tidak ditangani dengan baik.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten