Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Opini

Bagaimana Kesehatan Mental Jadi Tantangan Global yang Makin Mendesak?

Tulisan dari tidak mewakili pandangan dari redaksi kendariinfo
Bagaimana Kesehatan Mental Jadi Tantangan Global yang Makin Mendesak?
Ilustrasi kesehatan mental. Foto; Istimewa.

Kesehatan mental menjadi tantangan masalah kesehatan secara global. Di mana satu dari delapan orang di dunia atau 970 juta orang mengalami masalah dengan kesehatan mental. Di tingkat global, pada 2019, satu dari delapan orang di dunia atau 970 juta orang mengalami masalah dengan kesehatan mental.

Masalah kesehatan mental juga telah memengaruhi 20% populasi usia kerja, yang berdampak pada produktivitas tenaga kerja dan kinerja ekonomi negara. Di Indonesia, prevalensi masalah kesehatan mental juga cukup tinggi, sekitar 3,7% atau 9 juta orang menderita depresi dari populasi 250 juta orang.

Gangguan mental memiliki dampak yang signifikan baik secara nasional maupun global. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat bahwa sekitar 20% dari total populasi mengalami masalah kesehatan jiwa, dengan lebih dari 19 juta penduduk dewasa mengalami gangguan mental dan lebih dari 12 juta mengalami depresi.

Selain itu, survei I-NAMHS menemukan bahwa satu dari tiga remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental, yang setara dengan 15,5 juta remaja. Isu-isu seputar kesehatan mental sebagai tantangan global yang mendesak meliputi minimnya akses terhadap perawatan kesehatan mental, kurangnya jumlah tenaga medis berkualifikasi di bidang kesehatan mental, stigma terhadap gangguan mental, dan tingginya prevalensi gangguan mental di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dampak Akibat Gangguan Kesehatan Mental

Kesadaran masyarakat tentang kesehatan mental mulai tumbuh, namun masih terdapat hambatan seperti minimnya akses layanan kesehatan mental dan stigma terhadap gangguan mental. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental merupakan masalah yang perlu segera ditangani baik secara global maupun lokal, dengan meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan mental dan mengurangi stigma terkait gangguan mental.

Krisis kesehatan mental di era modern juga dipengaruhi oleh tekanan hidup yang meningkat, isolasi sosial, dan perubahan gaya hidup. Secara global, pandemi Covid-19 telah menyebabkan peningkatan masalah mental dan gangguan jiwa, yang dapat berdampak negatif pada produktivitas nasional.

Masalah kesehatan mental memiliki dampak yang signifikan pada produktivitas nasional. Hilangnya produktivitas akibat masalah kesehatan mental berpotensi meniadakan perolehan produktivitas yang berasal dari populasi muda Indonesia. Orang dengan tingkat stres menengah hingga tinggi kerap mengalami penurunan produktivitas, yang berujung pada meningkatnya beban ekonomi sosial.

Baca Juga:  Hari Nusantara 2022 di Wakatobi Bakal Hadirkan Aksi Bersih Laut dan Operasi Katarak

Gangguan kesehatan mental pekerja dapat menyebabkan peningkatan absensi dan penurunan produktivitas, yang pada akhirnya dapat merugikan perekonomian secara menyeluruh. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mencatat bahwa 15% orang dewasa usia kerja di dunia mengalami gangguan mental, yang dapat mengganggu produktivitas kerja.

Implikasi dari masalah kesehatan mental ini secara lebih luas adalah hilangnya produktivitas masyarakat dan juga meningkatnya risiko bunuh diri. Selain itu, kondisi kesehatan mental masyarakat yang memprihatinkan dapat menghambat pencapaian tujuan pembangunan nasional, termasuk transisi menjadi negara maju.

Kecanggihan teknologi dapat pula memengaruhi kesehatan mental. Dampak teknologi terhadap gangguan kesehatan mental dapat terlihat dari pengaruh buruk penggunaan teknologi terhadap kondisi kesehatan mental. Perkembangan teknologi, seperti media sosial, dapat memicu stres, kecemasan, dan depresi, serta meningkatkan gangguan tidur.

Penggunaan teknologi yang berlebihan juga dapat menyebabkan isolasi diri dan reaksi yang tidak terduga. Selain itu, peningkatan kasus gangguan kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan, telah tercatat sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Faktor-Faktor Penyebab Gangguan Mental

Secara global, faktor-faktor penyebab gangguan kesehatan mental adalah faktor genetik, faktor lingkungan seperti kehidupan keluarga, budaya lokal, dan budaya asing, serta faktor sosial seperti kemiskinan, konflik, dan pengungsian. Faktor-faktor ini dapat menyebabkan stres, trauma, dan tantangan kesehatan mental lainnya.

Selain itu, stigma terhadap gangguan mental juga dapat menjadi faktor yang memperburuk masalah kesehatan mental. Faktor penyebab lainnya yang menjadi penyebab gangguan kesehatan mental adalah sosial ekonomi yang rendah di negara-negara berkembang, terutama media sosial, dapat memicu stres, kecemasan, depresi, dan gangguan tidur, yang berkontribusi pada gangguan kesehatan mental.

Pandemi Covid-19 yang telah menyebabkan peningkatan kasus gangguan kesehatan mental secara global, yang berdampak pada kesehatan mental masyarakat dan produktivitas nasional dan faktor internal dan eksternal seperti tekanan dari lingkungan eksternal maupun internal juga dapat menjadi penyebab gangguan kesehatan mental.

Penanggulangan

Dengan adanya masalah kesehatan mental, perlu perhatian dan akses layanan yang lebih besar agar kesehatan mental masyarakat lebih terjamin dan setara dengan kesehatan fisik lainnya. Oleh karena itu, perlu penerapan ilmu psikologi inovatif untuk meminimalkan dampak buruk penggunaan teknologi terhadap kesehatan mental.

Baca Juga:  Cegah Stunting, Bupati Buton Gandeng Kepala Desa

Hal ini menekankan pentingnya kesadaran akan pengaruh teknologi terhadap kesehatan mental dan perlunya upaya mengelola penggunaan teknologi secara seimbang guna menjaga kesehatan mental individu. Hal ini menunjukkan perlunya kesadaran dan perhatian yang lebih terhadap kesehatan mental, serta pentingnya penyediaan layanan kesehatan mental yang mudah diakses oleh masyarakat.

Upaya untuk mengatasi tantangan kesehatan mental ini meliputi peningkatan aksesibilitas perawatan kesehatan mental, alokasi sumber daya yang cukup untuk sistem perawatan kesehatan mental, dan peningkatan pendidikan kesehatan mental di sekolah-sekolah dan universitas. Dengan mengambil langkah-langkah tersebut, diharapkan dapat membantu dalam mengatasi atau memperbaiki situasi kesehatan mental yang menjadi tantangan global yang makin mendesak.

Kesehatan Mental Menjadi Tantangan Global

Kesehatan mental menjadi tantangan global yang makin mendesak dengan adanya peningkatan kasus gangguan kesehatan jiwa, terutama sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Data dari WHO menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental telah menjadi masalah universal, dengan satu dari delapan orang di dunia mengalami masalah kesehatan mental.

Dampak dari masalah kesehatan mental tidak hanya terbatas pada individu, tetapi juga berdampak pada produktivitas usia kerja dan kinerja ekonomi negara. Oleh karena itu, kerja sama global dalam menjaga kualitas kesehatan mental warga dunia menjadi langkah penting.

WHO telah merumuskan rancangan aksi kesehatan mental sejak 2013, yang bertujuan mengubah sikap terhadap upaya mengatasi risiko terhadap kesehatan mental dan memperkuat sistem perawatan kesehatan mental. Selain itu, prioritas program atau kebijakan yang diambil oleh negara-negara, termasuk negara-negara berkembang, dapat berbeda sesuai dengan potensi yang ada, namun upaya untuk mengurangi kesenjangan perawatan kesehatan mental dan meningkatkan akses layanan kesehatan mental menjadi hal yang sangat penting.

Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan upaya untuk meningkatkan akses serta kualitas layanan kesehatan mental menjadi hal yang mendesak, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Penulis: Mahasiswi Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya Tahun 2023/2024, Sakinah

Penulis
Editor Video
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten