Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Batal Cabut Laporan, Pria yang Dianiaya 2 Waria di Kendari Minta Polisi Lanjutkan Kasusnya

Batal Cabut Laporan, Pria yang Dianiaya 2 Waria di Kendari Minta Polisi Lanjutkan Kasusnya
Dua waria di Kota Kendari aniaya seorang pria karena tidak punya uang saat open BO. Foto: Istimewa. (14/1/2023).

KendariBuser 77 Satuan Reserse Kriminal Umum (Satreskrimum) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari mengejar dua waria yang menganiaya pria inisial LMA di salah satu indekos yang ada di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). LMA sempat meminta polisi agar kasusnya dihentikan tetapi ia tiba-tiba kembali bermohon agar pelaku ditangkap dan diberi efek jera sebab videonya diviralkan di media sosial (medsos).

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi mengatakan, dua waria itu menganiaya LMA di salah satu indekos yang ada di kawasan BTN Graha Cempaka Asri, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, pada Sabtu (14/1/2023) sekira pukul 15.00 Wita.

Penganiayaan ini bermula saat LMA memesan jasa seorang waria atau open Booking Out (BO) menggunakan salah satu aplikasi. Ketika sudah ada kesepakatan, waria tersebut mengirimkan lokasi kepada LMA. Mereka pun bertemu di kediaman waria itu.

Sesampainya di sana, LMA masuk ke dalam kamar. Ketika pelaku meminta bujet atau pembayaran, LMA berdalih tidak membawa uang sehingga pelaku kesal dan memanggil rekan warianya. Selanjutnya, pintu kamar dikunci, LMA pun langsung diserang dan dianiaya oleh kedua waria tersebut hingga babak belur.

“Korban ini berhasil lolos setelah menggaransikan HP. Ia berjanji akan kembali membayar uang yang telah dijanjikan kepada waria itu,” ujar Fitrayadi saat ditemui Kendariinfo, Kamis (19/1).

Baca Juga:  Ibu-Ibu Resah, Jalan Raya Depan Kampus Lama UHO Berubah Menjadi Arena Balapan

Bukannya mencari uang, LMA justru melaporkan kedua pelaku di Mako Polresta Kendari saat itu juga. Akan tetapi, waria tersebut meminta LMA agar aduannya di polisi dihentikan dan berjanji HP-nya untuk dikembalikan. Setelah HP-nya dikembalikan, LMA pun mencabut laporannya.

“Itu hari sudah sempat minta dihentikan kasusnya karena HP-nya sudah kembali,” tambahnya.

Empat hari kemudian atau Rabu (18/1), LMA kaget karena pada saat dianiaya, ada yang merekamnya diam-diam. Video penganiayaan itu pun tersebar dan viral di medsos.

Atas dasar viralnya video tersebut, LMA meminta aparat kepolisian agar aduannya terkait kasus penganiayaan itu dilanjutkan kembali dan pelaku bisa diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Tadi pagi, pria itu datang lagi di Polresta Kendari dan menyampaikan agar laporannya dilanjutkan diproses penyidikan karena malu videonya disebar di medsos,” tambahnya.

Mendapat informasi tersebut, lanjut Fitrayadi, penyidik langsung meminta keterangan LMA dan Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari dikerahkan untuk mencari kedua pelaku.

“Hari ini juga, saya perintahkan Buser 77 untuk melakukan penangkapan terhadap dua pelaku pengeroyokan,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Hingga saat ini, Buser 77 sedang melakukan pengejaran dan mencari keberadaan kedua waria tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (19/1/2023).

Kesal karena Tak Punya Uang saat Open BO, Pria di Kendari Dianiaya 2 Waria

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten