Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

Berusia 28 Tahun, Guru asal Konut Raih Doktor Termuda di UNNES

Berusia 28 Tahun, Guru asal Konut Raih Doktor Termuda di UNNES
Monovatra Predy Rezky Majenuddin. Foto: Istimewa.

Konawe Utara – Seorang guru berusia 28 tahun asal Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil meraih gelar doktor atau Strata 3 (S3) pada Program Studi (Prodi) Manajemen Kependidikan dengan predikat cum laude (IPK 3,91) di Universitas Negeri Semarang (UNNES), Jumat (7/1/2022) lalu.

Guru itu bernama Monovatra Predy Rezky Majenuddin berkelahiran di Konut, 11 November 1993 silam. Saat ini dia aktif sebagai guru sekaligus Wakil Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Oheo Konut.

Monovatra menjadi salah satu mahasiswa dengan gelar doktor termuda pada S3 Prodi Manajemen Kependidikan di UNNES. Ia menyelesaikan studinya selama tiga tahun.

Promosi Doktor Pendidikan Program Studi (Prodi) Manajemen Kependidikan S3, Monovatra Predy Rezky Majenuddin di Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Promosi Doktor Pendidikan Program Studi (Prodi) Manajemen Kependidikan S3, Monovatra Predy Rezky Majenuddin (tengah) di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Foto: Istimewa.

Dia mengatakan, dalam menempuh pendidikan S3-nya ia harus membagi waktu antara pekerjaan dan studinya.

“Kendalanya karena selama ini saya aktif mengajar di sekolah, tetapi juga aktif mengikuti perkuliahan,” katanya, Kamis (20/1).

Namun saat Pandemi Covid-19, ia harus mengikuti perkuliahan secara offline melalui virtual Zoom.

“Saat pandemi saya mengikuti perkuliahan melalui virtual Zoom dan mengirim tugas-tugas kuliah melalui WhatsApp, ataupun email,” ungkap alumni Jurusan Pendidikan Matematika, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari ini.

Baca Juga:  Truk Bermuatan Kelapa Terguling di Muna dan Tabrak 2 Minibus Sekaligus

Monovatra berharap, bisa menjadi lebih bermanfaat untuk masyarakat dan memberikan energi positif terhadap kawula muda.

“Pastinya saya akan selalu berinovasi di sektor pendidikan, dan bisa mengangkat kualitas pendidikan di Konut,” harapnya.

Sekadar informasi, guru asal Konut ini pernah menciptakan sebuah aplikasi bernama E-Konasara pada Juli 2020, yang berguna untuk mendukung sistem pembelajaran jarak jauh. Karyanya ini sudah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan telah diterapkan di SMPN 2 Oheo Konut.

Penulis
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten