Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Diduga Lakukan Pembiaran, Keluarga Laporkan Saksi Kunci Pembunuhan Firdaus ke Polres Kolaka

Diduga Lakukan Pembiaran, Keluarga Laporkan Saksi Kunci Pembunuhan Firdaus ke Polres Kolaka
Keluarga Firdaus saat melaporkan wanita bernama Iis di Polres Kolaka. Foto: Istimewa. (30/8/2022).

Kolaka – Keluarga Firdaus resmi melaporkan wanita bernama Iin atas dugaan tindak pidana pembiaran pembunuhan ke Polres Kolaka, Selasa (30/8/2022).

Iin merupakan saksi kunci saat terjadi pembunuhan Firdaus yang dilakukan pelaku inisial Z di Pantai Wisata Kuliner (Wiskul), Kelurahan Tahoa, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (19/6) lalu.

Adik Firdaus, Firman, mengatakan Iin diduga melakukan pembiaran karena tidak segera melapor ke polisi usai terjadi pembunuhan terhadap Firdaus. Bahkan Iin juga tidak memberi informasi kepada keluarga korban yang sempat mencari keberadaan Firdaus sebelum akhirnya ia ditemukan tewas di Pantai Kayu Angin, Desa Liku, Kecamatan Samaturu tiga hari setelah terjadi pembunuhan.

“Bahwa Iin melakukan tindak pidana seperti dimaksud Pasal 304 KUHP subsider Pasal 338 KUHP. Iin yang melihat langsung di tempat kejadian perkara tidak melapor ke polisi. Iin juga tidak memberikan informasi kepada keluarga sampai akhirnya Firdaus ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tragis,” kata Firman kepada Kendariinfo, Selasa (30/8).

Pelaporan terhadap Iin merupakan upaya hukum yang dilakukan pihak keluarga atas janggalnya kematian Firdaus. Keluarga korban juga sempat mendatangi Polres Kolaka untuk meminta rekonstruksi ulang pembunuhan Firdaus. Meski polisi telah melakukan rekonstruksi ulang, masih ada sejumlah kejanggalan menurut pihak keluarga.

“Terdapat beberapa perbedaan pendapat saat reka ulang oleh Iin dan pelaku,” ujar Firman.

Baca Juga:  Harga Minyak Goreng di Pasar Kendari Meroket Capai Rp50 Ribu per Liter

Sementara itu, Kapolres Kolaka, AKBP Resza Ramadianshah, saat pengungkapan kasus tersebut menjelaskan bahwa korban dibunuh oleh terduga pelaku inisial Z menggunakan sebuah badik karena persoalan asmara. Awalnya, Firdaus bersama wanita bersama Iin sedang berada di Pantai Wiskul. Saat itu, seseorang melihat keduanya dan melapor kepada terduga pelaku. Z kemudian menghampiri Firdaus dan sempat beradu mulut.

“Saksi Iin dan Z juga memiliki hubungan asmara. Dihampiri oleh Z kemudian ada adu mulut,” jelas Resza saat konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan Firdaus, Kamis (30/6).

Resza mengungkapkan, pelaku dan korban terlibat perkelahian hingga ke dalam laut. Ketika berada di air, pelaku mengeluarkan sebuah badik lalu menusuk perut korban. Sejak saat itu, korban dikabarkan hilang dan akhirnya ditemukan tiga hari setelah kejadian di tepi Pantai Kayu Angin.

“Ada cekcok kemudian perkelahian. Kemudian berkelahi lagi di dalam, di bawah laut. Pelaku mengeluarkan badik dan ditusukkan ke perut korban. Kurang lebih kejadiannya seperti itu,” ungkapnya.

Pelaku telah diamankan di Polres Kolaka usia melarikan diri ke Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Berdasarkan hasil pemeriksaan, Z mengaku melakukan aksinya seorang diri.

Menurut Resza, tidak ada unsur pembunuhan berencana yang dilakukan pelaku terhadap Firdaus.

“Bukan (pembunuhan berencana), jadi pembunuhan biasa,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Editor
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten