Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

DPD Gerindra Sultra Pecat Andi Merya Nur dari Kader Partai

DPD Gerindra Sultra Pecat Andi Merya Nur dari Kader Partai
Ketua DPD Partai Gerindra Sultra, Andi Ady Aksar. Foto: Istimewa. (20/8/2021).

Kolaka Timur – Dewan Pengurus Daerah Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan pemecatan terhadap kadernya, yakni Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur menyusul penetapan dirinya sebagai tersangka tindak pidana korupsi.

Merya ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas perbuatannya menggunakan dana hibah bencana yang berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Selasa (21/9/2021) lalu.

Ketua DPD Gerindra Sultra, Andi Ady Aksar melalui Sekretaris DPD Gerindra, Safarullah dengan tegas mengecam tindakan salah satu kadernya tersebut.

Konferensi pers penetapan tersangka Bupati Kolaka Timur (Koltim), Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Koltim oleh KPK.
Konferensi pers penetapan tersangka Bupati Kolaka Timur (Koltim), Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Koltim oleh KPK. Foto: Tangkapan layar. (22/9/2021).

“Tentunya ini tindakan pribadi yang bersangkutan. Di sini Partai Gerindra mengambil tindakan tegas dengan melakukan non aktifkan statusnya melalui mekanisme partai,” katanya, Kamis (23/9).

Selain itu, Safarullah juga menegaskan keputusan tersebut diambil setelah KPK RI menetapkan bupati perempuan pertama di Sultra itu menjadi tersangka yang ditandai dengan dikenakannya Andi Merya Nur rompi oranye.

“Saat ada info penangkapan kami belum mengambil sikap karena masih ada proses dan kami tidak bisa mendahului proses itu. Namun, setelah ditetapkan tersangka kami langsung tegas. Itu sudah menjadi instruksi Ketua Partai, Bapak Prabowo, untuk tidak berkompromi dengan tindakan korupsi,” tegasnya.

Terkait bantuan hukum, dengan tegas Partai Gerindra Sultra tidak akan memberikan bantuan hukum, pasalnya tindakan tersebut murni kesalahan pribadi, dan harus dipertanggungjawabkan secara pribadi pula.

“Tidak ada bantuan hukum, itu urusan dia karena dia yang berbuat. Untuk pengacara mungkin keluarga mereka yang siapkan itu bukan menjadi urusan kami lagi,” tambahnya.

Baca Juga:  Seorang Polisi Ditikam Saat Hadiri Pesta Warga di Muna

Kemudian, Safarullah mengimbau kepada seluruh Kader Gerindra baik itu Anggota DPRD dan lainnya agar tidak melakukan tindakan yang melawan hukum.

“Partai Gerindra tidak memberikan kompromi terhadap kejahatan publik, apalagi tindakan korupsi. Maka dari itu lakukan amanah dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten