Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Habiskan APBD Rp2 Miliar, Jembatan Baru Tambat Labuh Kendari Nyaris Ambruk

Habiskan APBD Rp2 Miliar, Jembatan Baru Tambat Labuh Kendari Nyaris Ambruk
Jembatan Tambat Labuh Kendari di Jalan Ir. H. Alala, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), nyaris ambruk. Foto: Istimewa. (8/12/2024).

Kendari – Jembatan (trestle) baru di kawasan Tambat Labuh Kendari di Jalan Ir. H. Alala, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), kondisinya nyaris ambruk. Padahal jembatan yang menghabiskan Rp2 miliar dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) belum lama diresmikan.

Dari sejumlah video yang diterima Kendariinfo, jembatan penghubung daratan dan dermaga itu sebenarnya telah dibangun dan dihias. Di sisi kanan gerbang tambat labuh, jembatan diberi warna merah, kuning, dan biru, sebagai penanda jalur khusus pejalan kaki.

Namun pada bagian jembatan berwarna biru, kondisinya nyaris ambruk. Lapisan beton tampak terbuka hingga besi penyangga terlihat ke permukaan jembatan. Tiangnya pun tampak miring, karena menahan beban dari beton dan besi jembatan.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Kendari, La Ode Abdul Manas Salihin, mengaku telah menerima informasi tersebut. Pihaknya juga telah mengarahkan pelaksana kegiatan untuk menyelesaikan masalah itu.

“Iya, pekerjaan di perhubungan itu. Penataan kawasan Tambat Labuh Kendari. Memang terjadi kerusakan, lalai memang,” katanya kepada Kendariinfo, Minggu (8/12/2024).

Abdul menerangkan proyek tersebut dibangun menggunakan APBD Kota Kendari 2023 senilai Rp2 miliar. Proses pengerjaan berdasarkan kontrak dimulai sejak Desember 2023 – Februari 2024.

Baca Juga:  Pemkot Kendari Rumuskan Langkah-Langkah untuk Tekan Laju Inflasi

“Sekarang masih tahap pemeliharaan selama 10 bulan,” bebernya.

Ketua PKK Penataan Kawasan Tamat Labuh Kendari, Tokhfa Ismail, menjalankan ada penurunan tiang jembatan. Pihaknya pun telah mengintruksikan penanggung jawab untuk melakukan perbaikan ulang dengan lebih dulu membongkar struktur jembatan.

“Hal ini dilaksanakan oleh penyedia, karena masih dalam masa pemeliharaan pekerjaan untuk mengfungsikan kembali agar dapat diserahterimakan,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten