Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Kendaraan Online Diduga Dilarang Dekati Pelabuhan Kendari, Penumpang Dipaksa Jalan Kaki

Kendaraan Online Diduga Dilarang Dekati Pelabuhan Kendari, Penumpang Dipaksa Jalan Kaki
Sejumlah penumpang yang berjalan kaki di Pelabuhan Nusantara Kendari. Foto: Istimewa. (20/4/2026).

Kendari – Seorang penumpang asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), berinisial A (28) mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat tiba di Pelabuhan Nusantara Kendari, Senin (20/4/2026) malam. Ia bersama keluarganya dilarang menggunakan jasa kendaraan online oleh sekelompok orang tak dikenal di area pelabuhan dan dipaksa jalan kaki ratusan meter.

A menuturkan, dirinya tiba di pelabuhan sekitar pukul 19.30 Wita. Tak lama berselang, sekitar pukul 20.00 Wita, ia langsung memesan kendaraan online untuk menuju tujuan. Namun, saat menunggu, ia justru didatangi sekelompok orang yang melarang kendaraan online masuk ke kawasan pelabuhan.

“Sempat berselisih tapi jumlahnya mereka banyak, kita takut-takut juga, makanya mengalah,” ujar A saat ditemui, Selasa (21/4).

Menurutnya, orang-orang tersebut kemudian menawarkan agar dirinya menggunakan mobil yang sudah tersedia di pelabuhan. Namun, ia menolak karena telah lebih dulu memesan kendaraan online melalui aplikasi.

Akibat pelarangan itu, kendaraan online yang dipesan tidak dapat mendekat ke lokasi penjemputan di dalam pelabuhan karena larangan orang tak dikenal itu. A dan keluarganya pun terpaksa berjalan kaki cukup jauh sambil membawa barang bawaan mereka.

Ia mengaku harus berjalan ratusan meter melewati sejumlah titik di sekitar pelabuhan sebelum akhirnya bisa bertemu dengan pengemudi kendaraan online yang dipesan.

“Kita terpaksa jalan kaki, bawa banyak barang, jauh sekali sampai lewati Pertamina dan pertigaan,” keluhnya.

Baca Juga:  Ajang Kendari Triathlon 2021 Usai, Berikut Daftar Nama Juaranya

A berharap pemerintah daerah segera turun tangan menindaklanjuti kejadian tersebut. Ia menilai tidak ada aturan resmi yang melarang kendaraan online masuk ke area pelabuhan, sehingga praktik tersebut dianggap merugikan penumpang.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, mengaku telah mengetahui adanya laporan tersebut dan akan segera melakukan pengecekan di lapangan.

“Sebentar kita cek,” singkatnya.

Detik-Detik 2 Pria Marahi Driver Online saat Jemput TNI di Pelabuhan Kendari

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten