Wakil Wali Kota Sudirman Beri Solusi UMKM yang ‘Diusir’ Perumda Sultra dari Eks MTQ Kendari

Kendari – Polemik pengusiran dan mahalnya tarif lapak UMKM di area Eks MTQ Kendari yang menjadi lokasi HUT ke-62 Sulawesi Tenggara (Sultra) terus bergulir. Setelah menuai protes keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), kini Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari turun tangan mencari solusi bagi para pedagang.
Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, langsung merespons keluhan UMKM yang terdampak kebijakan Perumda Sultra jelang HUT ke-62 Sultra. Ia menawarkan lokasi sementara agar para pedagang tetap bisa berjualan.
“Untuk sementara silakan berjualan di kawasan kantor Pemkot Kendari, sambil kami carikan solusinya,” ujar Sudirman saat RDP di DPRD Sultra.
Ia menegaskan, persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya lewat rapat atau diskusi formal. Menurutnya, perlu pengecekan langsung di lapangan untuk menentukan lokasi yang tepat bagi para pelaku UMKM.
“Ini tidak bisa diselesaikan di atas meja, nanti saya sama Perumda turun dan cek di mana lokasi-lokasi yang bisa untuk berjualan di dalam, tidak usah ramai-ramai, percayakan kepada saya,” tegasnya.
Sudirman juga mencoba meyakinkan para pedagang agar tetap tenang dan memercayakan penanganan persoalan ini kepada pemerintah. Ia mengaku memahami kondisi UMKM karena sering berinteraksi langsung dengan mereka.
“Saya ini tiap malam nongkrong di tempat kalian, jadi percayakan kepada saya. Silakan menjual di kawasan pemkot sementara waktu,” katanya.
Sebelumnya, kebijakan Perumda Sultra yang mematok tarif Rp900 ribu per lapak di area HUT Sultra menuai kritik tajam dari DPRD. Bahkan dalam RDP, anggota dewan sempat menggebrak meja karena menilai tarif tersebut tidak sesuai dengan perhitungan dalam perda.
Tanggapi Protes Pengusaha UMKM, Perumda Sultra Siapkan Tempat di Dalam Kawasan Eks MTQ Kendari





