Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Padi Padi Restaurant, Desain Bergaya Eropa dan Makanan Nusantara di Kendari

Padi Padi Restaurant, Desain Bergaya Eropa dan Makanan Nusantara di Kendari
Grand opening Padi Padi Restaurant yang terletak di Jalan Edi Sabara, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga (samping TOP Karaoke Kendari). Foto: Kendariinfo. (22/2/2024).

KendariPadi Padi Restaurant hadir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan desain bergaya eropa dan hidangan khas Nusantara. Padi Padi Restaurant resmi melakukan grand opening pada Kamis (22/2/2024) pagi pukul 10.00 Wita.

Tempat itu berada di Jalan Edi Sabara, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga (samping TOP Karaoke Kendari). Owner Padi Padi Restaurant, Ferry Christian Benly, mengatakan mereka menyajikan makanan dari berbagai daerah di Indonesia. Tak lupa, mereka juga menghadirkan jajanan khas Sulawesi, seperti songkolo dan kue taripang.

“Mulai makanan khas Sulawesi, seperti songkolo, kue taripang. Terus ada juga dari daerah lain, seperti rujak pengantin, soto Betawi. Jadi banyak makanan khas Indonesia,” kata Ferry usai grand opening Padi Padi Restaurant.

Tamu grand opening Padi Padi Restaurant di Jalan Edi Sabara, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga (samping TOP Karaoke Kendari) menikmati hidang.
Tamu grand opening Padi Padi Restaurant di Jalan Edi Sabara, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga (samping TOP Karaoke Kendari) menikmati hidang. Foto: Kendariinfo. (22/2/2024).

Ferry menyebut Padi Padi Restaurant menghadirkan konsep european modern. Nuansa mewah, namun tetap nyaman bagi semua kalangan.

“Konsepnya sendiri european modern. Ada nuansa mewah, tapi masih nyaman. Jadi tidak terlalu kaku, ya. Target kami segala kalangan. Dari anak muda, kalangan tua, bisa juga datang,” ungkapnya.

Kapasitas ruangan di lantai bawah juga cukup luas, baik indoor dan semi outdoor. Padi Padi Restaurant memiliki kapasitas ruangan 500 orang di lantai bawah. Sementara di lantai dua, mereka menyediakan meeting room dengan kapasitas 20 orang.

Baca Juga:  Pj. Bupati Mubar Sowan ke Bupati Muna Bahas Sinergitas Kemajuan Daerah

“Kapasitas ruangan sampai 500 orang. Kita juga ada lantai dua. Ada meeting room dengan kapasitas ruangan 20 orang,” jelasnya.

Ruangan Padi Padi Restaurant di Jalan Edi Sabara, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga (samping TOP Karaoke Kendari).
Ruangan Padi Padi Restaurant di Jalan Edi Sabara, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga (samping TOP Karaoke Kendari). Foto: Kendariinfo. (22/2/2024).

Dengan kehadiran Padi Padi Restaurant, warga Kendari bisa menikmati berbagai jajanan dari berbagai daerah di Indonesia. Namun bagi wisatawan dari luar daerah juga bisa menikmati makanan khas Sultra di Padi Padi Restaurant.

“Orang-orang Kendari bisa mencoba makanan dari daerah lain di sini. Kalau ada teman-teman dari daerah lain, bisa mencoba makanan khas Kendari di sini,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Tiffany Nathania Benly yang juga owner Padi Padi Restaurant. Dia mengatakan Padi Padi Restaurant telah menyiapkan berbagai hidangan lokal untuk para pelanggannya.

“Kita mulai mempersiapkan segala hal, mulai dari tempat makan hold atau cold. Untuk makanan lokal sendiri juga kami sediakan, bisa request, seperti sinonggi. Makanan lokal secara keseluruhan juga banyak,” katanya.

Di samping makanan, mereka juga menyisipkan nilai-nilai lokal pada para pekerjanya. Tiffany menyebut para pekerja Padi Padi Restaurant merupakan masyarakat lokal Sultra yang diberi pelatihan sejak awal sebelum Padi Padi Restaurant melakukan grand opening.

“Nilai lokal yang kami terapkan juga kami mencari staf-staf lokal. Banyak perusahaan lain mencari dari luar karena masalah SDM, misalnya. Tapi kami pikirnya malah melatih SDM-nya Sultra agar lebih maju,” ujarnya.

Baca Juga:  Data Dinas P2KB: Kelurahan Punggaloba Jadi Wilayah dengan Angka Stunting Tinggi di Kendari

Selain itu, seragam staf Padi Padi Restaurant juga menyelipkan motif tenun khas Sultra untuk menambah nilai lokal. Dia mengungkapkan bahwa ide itu muncul dari para staf Padi Padi Restaurant.

“Pakaian bermotif tenun ide dari mereka sendiri. Jadi kami berterima kasih juga kepada mereka,” ungkapnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten