Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Pelaku Kekerasan Maba FKIP UHO Kendari saat PKKMB Tak Dikenai Sanksi, Kini Berdamai

Pelaku Kekerasan Maba FKIP UHO Kendari saat PKKMB Tak Dikenai Sanksi, Kini Berdamai
Suasana Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Foto: Dok. UHO Kendari.

Kendari – Kasus dugaan kekerasan terhadap mahasiswa baru (maba) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diselesaikan secara internal oleh pihak jurusan.

Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UHO Kendari, Dr. La Ode Sahidin mengatakan pihaknya telah mempertemukan kedua belah pihak hingga persoalan tersebut berakhir damai.

Ia membeberkan para pelaku yang diduga melakukan kekerasan terhadap maba tidak diberikan sanksi dalam penyelesaian tersebut. Mereka hanya diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya pada Agustus 2026 lalu.

“Kedua belah pihak sudah kami pertemukan dan sudah damai. Tidak ada jumlah spesifik korban, kami hanya mengumpulkan maba laki-laki dan dipertemukan dengan pelaku,” kata La Ode Sahidin kepada Kendariinfo, Minggu (6/9/2026).

Ia menjelaskan, dalam surat pernyataan tersebut, pelaku berjanji tidak mengulangi segala bentuk kekerasan, baik secara fisik, psikis maupun verbal.

“Para pelaku telah membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi segala bentuk kekerasan fisik, psikis, dan verbal. Kalau terulang siap menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Sebelumnya, seorang maba FKIP UHO berinisial F mengaku mengalami dugaan kekerasan fisik saat mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Sekretariat Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada Selasa (11/8).

F mengaku mendapat perlakuan berupa pukulan dan tamparan dari senior. “Perutku dipukul dan ditampar, disuruh salam bahasa,” ungkap F kepada awak media, Sabtu (5/9).

F juga mengaku pengalaman tersebut masih terbayang hingga memengaruhi konsentrasinya saat mengikuti perkuliahan. “Setiap dosen menjelaskan sudah tidak bisa saya menyaring materi, karena pikiran terus terbayang-bayang sama kelakuan mereka. Setelah ini apalagi yang mau senior kasih ke kita,” ujarnya.

Maba FKIP UHO Kendari Diduga Jadi Korban Kekerasan Senior saat PKKMB, Dipukul hingga Ditampar

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten