Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Konawe

Pemprov Sultra Benahi Pelabuhan Penyeberangan Amolengu – Torobulu – Baubau, Anggaran Capai Rp30 Miliar

0
0
Gerbang masuk di Pelabuhan Amolengo-Labuan, Konawe Selatan. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (23/1/2025).

Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalokasikan anggaran sekitar Rp30 miliar untuk membenahi tiga pelabuhan penyeberangan pada 2026. Ketiga pelabuhan tersebut berada di Kota Baubau; Amolengo, dan Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), dengan target penyelesaian pada Desember 2026.

Hingga awal November 2026, progres pekerjaan di tiga pelabuhan yang berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra itu berkisar 30 hingga 40 persen.

Kepala Dishub Sultra, Muhammad Fadlansyah, mengatakan revitalisasi Pelabuhan Baubau dan Amolengo menunjukkan perkembangan pekerjaan yang cukup baik. Sementara itu, pengerjaan di Pelabuhan Torobulu sempat mengalami hambatan akibat persoalan material bangunan.

“Progres yang bagus sejauh ini adalah revitalisasi pelabuhan penyeberangan Baubau dan Amolengo. Kalau di Torobulu itu agak kurang bagus karena masalah material, tetapi sekarang sudah baik lagi. Insyaallah di akhir tahun ini sudah bisa tuntas,” kata Fadlansyah saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (6/11/2026).

Ia menjelaskan, pembenahan tahun ini difokuskan pada fasilitas sisi darat, terutama terminal penumpang yang selama ini menjadi salah satu fasilitas utama pelayanan penyeberangan.

Kondisi terminal di Pelabuhan Torobulu menjadi salah satu alasan perlunya revitalisasi. Bangunan tersebut telah berdiri sejak 1993 atau berusia sekitar 33 tahun sehingga membutuhkan pembaruan agar lebih layak digunakan.

Selain terminal, Dishub Sultra juga membenahi area parkir, sistem antrean, musala, rumah dinas petugas, serta lingkungan pelabuhan. Khusus di Torobulu, pemerintah turut menata kawasan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Fasilitas pelabuhan yang direvitalisasi paling utama adalah terminal. Misalnya di Torobulu, terminalnya dibangun pada 1993. Artinya, sudah tidak nyaman menjadi terminal. Kami juga bangun musala, kemudian rumah dinas petugas. Seperti di Torobulu, kami tata kawasan UMKM-nya,” jelasnya.

Sebelumnya, Dishub Sultra juga mengevaluasi perkembangan program strategis daerah (PSD) revitalisasi sisi darat di ketiga pelabuhan tersebut pada Rabu (21/10). Evaluasi itu mencakup progres fisik, kesiapan sarana dan prasarana, serta kendala teknis maupun administrasi yang dapat memengaruhi penyelesaian pekerjaan.

Pelabuhan Baubau melayani mobilitas masyarakat di wilayah Kepulauan Buton. Sementara Pelabuhan Amolengo dan Torobulu menjadi jalur penyeberangan utama di wilayah Konsel menuju pulau-pulau sekitarnya.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: