Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Penipuan Modus Jual Beli Kendaraan, Polisi Imbau Warga Kendari Hindari Transaksi Online

Penipuan Modus Jual Beli Kendaraan, Polisi Imbau Warga Kendari Hindari Transaksi Online
Kapolresta Kendari, Kombes Pol Aris Tri Yunarko. Foto: Magfir/Humas Polresta Kendari.

Kendari – Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari, Kombes Pol Aris Tri Yunarko, mengimbau seluruh masyarakat agar menghindari pembayaran online saat melakukan transaksi jual beli kendaraan.

Pasalnya ada modus baru penipuan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab dan beberapa korban telah mengadu ke Polresta Kendari.

“Ada beberapa laporan yang kami terima terkait modus tersebut sehingga kami mengimbau masyarakat agar menghindari transaksi online dan via rekening saat melakukan pembayaran,” katanya, Minggu (4/2/2024).

Imbauan Polresta Kendari terkait modus baru penipuan.
Imbauan Polresta Kendari terkait modus baru penipuan. Foto: Istimewa.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi, menerangkan cara pelaku melancarkan aksinya. Awalnya, pelaku memposting kendaraan jenis sepeda motor atau mobil di media sosial (medsos). Dalam postingan itu, pelaku juga mencantumkan nomor handphone yang akan dihubungi.

Setelah mendapat calon korban atau orang yang ingin membeli kendaraan, pelaku dan korban saling komunikasi. Bahkan pelaku mengarahkan korban untuk menemui seseorang di suatu tempat yang telah ditentukan.

Sesampainya di tempat dimaksud, korban bertemu dengan seseorang yang mengaku akan menjual kendaraannya. Sembari mengecek kendaraan tersebut, pelaku kembali menghubungi korban dan mengirim nomor rekening. Tanpa berfikir panjang, korban pun langsung mentransfer sejumlah uang.

Setelah korban mengirim uang, korban berencana membawa kendaraan tersebut. Namun, pemilik kendaraan yang ada di tempat itu tidak mau memberikan kendaraannya kepada korban. Alasannya, orang tersebut tidak mau melepas kendaraan jika belum menerima uang dari korban.

Baca Juga:  Kendari Akan Laksanakan PBM Tatap Muka Awal Juli, Sulkarnain: Tidak Boleh Bertugas Kalau Belum Vaksin

“Makanya korban ini kaget, kenapa itu orang minta uang. Padahal dia sudah mentransfer uang yang dimaksud ke nomor rekening yang diarahkan penelpon pertama melalui telpon,” katanya.

Korban dan pemilik kendaraan pun terlibat adu mulut hingga berujung ke polisi. Setelah ditelusuri, pemilik kendaraan itu berdalil tidak mengenali orang yang mengarahkan korban untuk bertemu dengannya di tempat itu.

“Jadi korban itu ditipu. Uang sudah dikirimkan ke rekening orang yang menelpon, sedangkan pemilik kendaraan yang ada di tempat itu mengaku belum menerima uang,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi modus baru penipuan itu, Fitrayadi berharap agar masyarakat tidak serta merta mengirim uang sebelum melakukan komunikasi lebih jauh dengan orang yang membawa kendaraan tersebut.

“Sebaiknya bayar cas saja di lokasi, jangan ditransfer dulu uangnya sebelum dipastikan betul-betul,” tuturnya.

Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan dan mendalami modus baru penipuan tersebut.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten