Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Pria di Kendari Gelapkan Laptop Mahasiswa, Awalnya Pinjam tapi Tak Kunjung Dikembalikan

Pria di Kendari Gelapkan Laptop Mahasiswa, Awalnya Pinjam tapi Tak Kunjung Dikembalikan
Pria berinisial AB terduga pelaku penggelapan laptop milik mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Ruhul Malik (20). Foto: Istimewa.

Kendari – Pria berinisial AB yang bekerja sebagai Event Organizer (EO) diduga menggelapkan laptop milik mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Ruhul Malik (20). Pelaku awalnya meminjam laptop korban untuk keperluan kegiatan di UM Kendari pada awal September 2023 lalu, namun hingga kini tak kunjung dikembalikan.

“Pelaku pinjam laptopku untuk kegiatan di himpunan. Pelaku butuh laptop untuk kegiatan karena dia EO-nya. Perjanjiannya laptop akan dikembalikan setelah kegiatan,” kata Ruhul kepada Kendariinfo, Selasa (19/12/2023).

Ruhul mengaku tidak kenal dekat dengan AB. Mereka hanya berkenan saat kegiatan di UM Kendari. Ruhul pun sempat meminta laptopnya beberapa kali kepada AB, tapi pelaku beralasan masih ingin menggunakannya untuk keperluan kegiatan. AB lalu menawarkan menyewa laptop tersebut untuk digunakan pada kegiatan lain. AB pun sempat membayar sewa laptop pada akhir September 2023.

“Setahu saya dia EO. Kami berkenalan karena dia EO dan saya panitia kegiatan. Saya minta laptop kembali setelah kegiatan, tapi dia bilang mau sewa. Akhirnya saya izinkan untuk disewa. Uang sewanya dibayar pas akhir bulan September. Setelah itu, saya minta itu laptop, sudah banyak sekali alasannya,” jelasnya.

Baca Juga:  Kurir di Kolaka Bawa Kabur Uang Paket COD Rp20 Juta untuk Beli Narkotika

Korban mengaku sempat mendatangi rumah pelaku pada Senin (18/12). Di sana Ruhul hanya bertemu adik AB. Di hari yang sama pula, Ruhul juga berkomunikasi via WhatsApp dengan pelaku. Kepada korban, pelaku mengaku masih berada di luar kota.

“Terakhir dia janji untuk kembalikan dua minggu lalu. Tapi sampai sekarang belum dikembalikan. Kemarin saya dari rumahnya dan bertemu adik pelaku. Dia juga hubungi saya kemarin, katanya dia masih di kampung,” jelas Ruhul.

Ruhul akhirnya mengadu ke Polresta Kendari pada Sabtu (2/12) lalu karena kesulitan menemui AB. Ruhul mengaku kerugian akibat penggelapan laptop tersebut senilai Rp6,4 juta. Dia pun berharap aduannya mendapat atensi dari kepolisian.

“Saya harap aduan ini mendapatkan atensi dari kepolisian,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten