Realisasi Penyerapan Kurang, DJPb Sultra Imbau Perbankan Masifkan Periklanan KUR

Sulawesi Tenggara – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tenggara (Sultra), Syarwan mengimbau perbankan di Sultra untuk tetap memasifkan periklanan terkait layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat.
Syarwan menjelaskan, hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya hingga periode Desember 2023 implementasi penyerapan KUR dari beberapa bank di Sultra masih terbilang kecil.
Berdasarkan data yang dirilis DJPb Sultra, realisasi Kredit Usaha Rakyat/Ultra Mikro (KUR/UMI) di Sultra telah tersalur kepada 76.124 debitur dengan jumlah penyaluran Rp3.485.038.584.992 hingga 18 Desember 2023.
Dari total realisasi tersebut, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi bank dengan penyumbang debitur terbanyak yakni 47.993 debitur. Bank BRI menyumbang debitur paling banyak hingga periode Desember ini dengan jumlah penyaluran Rp2,2 triliun lebih.
“Capaian ini kami rasa masih kecil ya, kami rasa penyebabnya adalah bank di Sultra ini kurang memberikan iklan soal KUR kepada masyarakat, jadi debiturnya belum banyak,” katanya saat Press Release Capaian Realisasi Anggaran di Kantor Bea Cukai Kendari, Kamis (21/12/2023).
Selain kurangnya iklan, Syarwan menyebut, kurangnya debitur KUR di Sultra karena masih ada persepsi bahwa KUR hanya boleh diberikan sekali untuk per orang, padahal pada kenyataannya setiap orang yang memiliki usaha boleh menerima KUR lebih dari sekali.
“Boleh lebih dari sekali, meskipun nantinya bunga pinjamannya berbeda. Kalau debitur baru itu bunganya 6 persen, kemudian kalau pinjam lagi jadi 7 persen, kalau pinjam ketiga kalinya naik jadi 8 persen. Nah, bunga 8 persen ini sudah mentok untuk peminjaman berikutnya, jadi tidak naik lagi,” jelasnya.
Syarwan menambahkan, apabila penyerapan dana KUR ini sudah masif, nantinya bisa menjadi pendongkrak penyerapan tenaga kerja baru di Sultra sehingga berdampak pada pengurangan angka pengangguran.





