Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Viral Keponakan Gubernur ASR Jadi Ketua KONI Sultra, Ini Respons Andi Ady Aksar

Viral Keponakan Gubernur ASR Jadi Ketua KONI Sultra, Ini Respons Andi Ady Aksar
Suasana pelantikan kepengurusan KONI Sultra periode 2025 - 2029 di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (9/10/2025).

Kendari – Nama Ketua DPD Gerindra Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Ady Aksar, tengah jadi sorotan publik usai dilantik sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra. Pasalnya, ia merupakan keponakan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR).

Menanggapi isu tersebut, Andi Ady angkat bicara. Ia menegaskan bahwa proses pemilihannya sebagai Ketua KONI Sultra dilakukan secara terbuka dan sah melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) pada Juli lalu.

“Saya dipilih secara aklamasi lewat Musprov bulan Juli. Soal saya keponakan pak gubernur, iya benar, bukan rahasia umum. Tetapi perlu diingat, Ketua KONI itu tidak dipilih gubernur, tetapi melalui Musprov. Dari 55 suara cabor ditambah 14 suara kabupaten kota, saya menang aklamasi,” ujar Andi Ady kepada awak media, Minggu (12/10/2025).

Ia menegaskan, tidak ada intervensi dari pihak mana pun, termasuk dari pamannya yang kini menjabat sebagai Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. “Kalau ikut Musprov kemarin pasti tahu. Jadi soal keponakan gubernur itu benar, tetapi gubernur tidak memilih. Tidak ada intervensi sama sekali,” tegasnya.

Terkait struktur kepengurusan KONI Sultra yang kini mencapai 150 orang, Andi Ady juga memberikan penjelasan. Menurutnya, jumlah tersebut memang diperluas, namun tidak ada yang menerima gaji dari KONI.

“Awalnya memang 70 pengurus tetapi digaji. Sekarang ada 150 orang sukarela, tetapi tidak digaji, hanya staf saja yang digaji. Mereka dari berbagai profesi ada pengusaha, media, anggota DPRD, PNS semuanya bekerja secara sukarela,” jelasnya.

Baca Juga:  Tanggapi Aksi Warga Landono Blokade Jalan, Gubernur Sultra Sebut Itu Tindak Pidana

Ia menambahkan, semangat gotong royong dan dedikasi menjadi dasar pembentukan kepengurusan baru ini. “Mereka mau jadi pengurus karena melihat capaian kepengurusan sebelumnya. Ini semua kerelaan, bukan karena uang,” kata Andi Ady.

Soal kabar istrinya yang ikut menjadi bendahara, ia juga meluruskan informasi tersebut. “Iya, dia wakil bendahara dua. Tetapi bukan saya yang pilih. Dia keterwakilan dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Yang memilih itu perguruan silat, bukan saya,” bebernya.

Andi Ady berharap publik bisa memahami bahwa kepemimpinannya di KONI Sultra murni hasil proses demokratis, bukan karena hubungan keluarga dengan Gubernur Sultra.

Sebelumnya, Andi Ady resmi dilantik sebagai Ketua KONI Sultra masa bakti 2025 – 2029. Pelantikan dan pengukuhan pengurus KONI Sultra berlangsung di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra, Kamis (9/10).

Andi Ady Aksar Resmi Nakhodai KONI Sultra Periode 2025 – 2029

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten