Data DJPb hingga November 2023, Realisasi Belanja Negara di Sultra Tembus Rp22,19 Triliun

Kendari – Kantor wilayah (Kanwil) Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat realisasi belanja negara di Bumi Anoa mencapai Rp22,19 triliun dari pagu Rp26,78 triliun. Data tersebut merupakan update hingga 24 November 2023.
Capaian tersebut disampaikan dalam keterangan resmi Kepala DJPb Sultra, Syarwan, Selasa (28/11). Dalam keterangannya tersebut, capaian realisasi belanja negara disumbang dari belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp7,11 triliun dan Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar Rp15,08 triliun.
“Persentase realisasi total belanja negara sebesar 82,84 persen dari pagu, terdiri dari belanja K/L sebesar 80,43 persen dari pagu dan TKD sebesar 84,04 persen dari pagu,” katanya.
Secara year on year (yoy), belanja K/L tumbuh sebesar 15,43 persen, dan belanja TKD tumbuh sebesar 0,40 persen. Belanja pegawai tumbuh sebesar 3,39 persen, belanja barang tumbuh sebesar 40,48 persen, belanja modal tumbuh sebesar 0,08 persen, serta belanja bansos tumbuh sebesar 21,56 persen.
Syarwan menambahkan, pada belanja K/L, realisasi belanja tertinggi masih terdapat pada Kementerian PUPR sebesar Rp2,41 triliun atau 34,06 persen dari total realisasi belanja di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.
“KPU dan Bawaslu memiliki pertumbuhan tertinggi (yoy) masing-masing sebesar 388,13 persen dan 334,66 persen sebagai dampak akselerasi pelaksanaan tahapan pemilu,” tambahnya.
Pada belanja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dari persentase terhadap pagu, kinerja tertinggi terdapat pada KPPN Kolaka sebesar 86,47 persen yang terutama disumbangkan oleh akselerasi belanja pegawai.
“Sedangkan dari nominal, kinerja tertinggi dicapai oleh KPPN Kendari sebesar Rp5,62 triliun atau sekitar 79,12 persen dari seluruh realisasi belanja KPPN,” pungkasnya.





