Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Dinas Perdagangan Kendari: Ketersediaan Komoditas Pangan di Kendari Aman Jelang Ramadan

Dinas Perdagangan Kendari: Ketersediaan Komoditas Pangan di Kendari Aman Jelang Ramadan
Kadis Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Kendari, Alda Kesutan Lapae saat diwawancarai awak media. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (15/12/2022).

Kendari – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Kota Kendari, Alda Kesutan Lapae menyampaikan bahwa ketersediaan komoditas pangan di Kota Kendari jelang bulan Ramadan masih aman.

Rencananya mereka bakal melaksanakan sidak ke sejumlah pedagang di pasar-pasar kota untuk memantau harga kebutuhan pokok agar mereka bisa terus mengendalikan harga. Sidak tersebut ditujukan ke pasar-pasar yang dinilai berpotensi mengalami kenaikan bahan pokok.

Menurutnya, meski bahan pokok masih aman tetapi ada sejumlah kenaikan harga yang terjadi, misalnya pada komoditas cabai rawit atau cabai kecil yang kenaikannya bervariasi mulai dari Rp59 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram.

“Ada juga yang tembus sampai Rp65 ribu, tetapi itu tidak bertahan lama karena ini melihat kondisi kemarin dengan cuaca yang kurang baik di beberapa wilayah, sehingga berpengaruh terhadap cabai, tomat, dan termasuk bawang,” ungkapnya, Senin (13/3/2023).

“Tetapi untuk komoditas lain seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir, kami sudah melakukan pengecekan bersama Bulog. Hasilnya sampai 6 bulan ke depan masih bisa terpenuhi dan masih aman,” tambahnya.

Untuk berjaga-jaga atau antisipasi lonjakan harga beras, Alda mengatakan bahwa pihaknya melakukan upaya teknis yakni memberlakukan surat rekomendasi agar para pedagang mengambil suplai beras di Bulog Kendari untuk mengurangi biaya akomodasi saat penyaluran beras sehingga tidak mempengaruhi harga jual.

Baca Juga:  Tertangkap CCTV, Sekelompok Geng Motor Serang Rental PS di Kendari

Alda menilai apabila terjadi kenaikan harga beras di pasaran biasanya dipengaruhi oleh adanya sistem pembeli pertama, kedua, dan ketiga sehingga akhirnya berdampak pada harga jual.

“Makanya kami perintahkan Bulog untuk turun ke pasar-pasar jadi tidak ada tangan kedua, dan ketiga di dalamnya. Karena kalau sudah di tangan kedua dan ketiga itu penyebab harga bisa melonjak,” terangnya.

Dia mengatakan jika pedagang terus mempermainkan harga pada sejumlah kebutuhan pokok maka pihaknya tidak segan menindak tegas dengan menyetop suplai bahan pokok dari Bulog.

“Kami tidak akan layani di Bulog, makanya Harga Eceran Tertinggi (HET) itu dipasang di depan dagangan mereka masing-masing. Kalau dia melampaui batas dengan harga yang ditetapkan kita cabut surat izin berjualannya, dan Bulog tidak akan melayani,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten