Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Dokter Gigi Terlapor Kasus Pelecehan Seksual Masih Aktif Berkantor

Dokter Gigi Terlapor Kasus Pelecehan Seksual Masih Aktif Berkantor
Ilustrasi dokter gigi. Foto: Halodoc.

Buton Utara – Pria berinisial S, oknum dokter gigi yang diduga melecehkan pasiennya sendiri di Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra) ternyata masih aktif berkantor. Bahkan S juga masih tetap melayani pasien di kliniknya meski telah dilaporkan ke polisi.

Hal itu disampaikan wanita inisial L (32) yang diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh S. L yang kebetulan satu tempat kerja dengan S pun akhirnya enggan berkantor karena tidak mau bertemu lagi dengan terduga pelaku.

“Saya tidak bisa masuk kantor karena dokter itu tetap masuk, saya tidak mau ketemu,” ujar L, Selasa (13/9).

L mengaku sudah dipanggil oleh Dinas Kesehatan Butur untuk memberi klarifikasi terkait permasalahan tersebut. L juga sudah memberitahu pihak Dinkes Butur bahwa dirinya enggan untuk berkantor jika oknum dokter gigi itu masih aktif di tempat yang sama dengannya.

“Sudah dipanggil juga satu kali di Dinkes Butur. Saya bilang, saya tidak bisa masuk kalau ada masih ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Butur, Izanuddin mengatakan, dugaan pelecehan seksual tersebut sudah ditangani oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD-PPA). Dia pun mengaku pihaknya akan mengikuti petunjuk yang diberikan dinas terkait.

“Sudah didampingi UPTD PPA. Apa petunjuk-petunjuk yang disampaikan ke kami, yang penting secara administrasi itu sesuai aturan. Tetap diakomodir, karena itu salah satu bentuk dukungan moril kami,” katanya.

Baca Juga:  Pemkot Kendari Komitmen Tegakkan 5 Pilar STBM

Saat ini, Izanuddin mengaku UPTD PPA tengah mengajukan beberapa rekomendasi penanganan dugaan tersebut, termasuk keengganan korban hadir di kantor. Pihaknya juga telah mempersilakan keduanya untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi, baik secara kekeluargaan maupun secara hukum.

“Kami tidak bisa berkomentar banyak, hanya tanggung jawab kami sebagai pimpinan menasehati staf kami. Ini sudah masuk ke ranah hukum, silakan berproses. Kami tidak bisa menahan, yang jelas mana yang terbaik untuk kedua belah pihak,” pungkasnya.

Penulis
Editor
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten