Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Banner melayang aplikasi kendariinfo
Banner melayang aplikasi kendariinfo
Baubau

Keren! Remaja Asal Baubau Ini Raih Penghargaan Film Pendek Favorit

Keren! Remaja Asal Baubau Ini Raih Penghargaan Film Pendek Favorit
Sineas asal Baubau, Seikh Jaelani. Foto: Istimewa.

Baubau – Satu kebanggan diraih oleh sineas muda asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Seikh Jaelani, atau akrab disapa Alan.

ADVERTISEMENT
Asiabarucake

Pasalnya, ia berhasil meraih penghargaan Best Favorit Film Pendek di Festival Film Pendek 2021 yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (28/7/2021).

Best favorit film pendek “Jalur Rempah La Bua”

Poster film "Jalur Rempah La Bua".
Poster film “Jalur Rempah La Bua”. Foto: Istimewa.

Alan menjelaskan, dirinya mendapatkan apresiasi tersebut melalui salah satu karyanya yang berjudul “Jalur Rempah La Bua” yang ditulis oleh rekannya, Muhammad Sabarudin.

“Jujur saya dan tim saya tidak menyangka sampai bisa meraih itu, awalnya kami cuma iseng daftar, tidak sampai memikirkan harus juara, terus kami masukan proposal dan karya kami,” jelasnya.

Jadi satu-satunya perwakilan Sultra

ADVERTISEMENT
PlazaInnKendari
Kategori sutradara festival film pendek 2021.
Kategori sutradara festival film pendek 2021. Foto: Istimewa.

Dia mengungkapkan, dalam festival tersebut jumlah pendaftar yang memasukkan proposal produksinya sebanyak 105 orang.

“Dari 105, yang berhasil masuk kategori itu hanya 35 orang, dan saya sendiri yang mewakili Sultra, karena tidak ada lagi dari Kendari, Baubau,” ungkapnya.

Proses produksi

Proses produksi film "Jalur Rempah La Bua".
Proses produksi film “Jalur Rempah La Bua”. Foto: Istimewa.

Harus tunggu hujan turun

Proses produksi film "Jalur Rempah La Bua".
Proses produksi film “Jalur Rempah La Bua”. Foto: Istimewa.

Uniknya, dalam proses produksi film tersebut, kata Alan, ia harus menunggu hujan turun agar pelaksanaan pengambilan gambar salah satu scene dalam film itu bisa terlaksana.

“Yang unik dari kami, ada scene yang kita harus tunggu hujan dulu baru bisa syuting, bukan tunggu hujan reda dulu, dan kami hujan-hujanan sambil syuting,” katanya.

Baca Juga:  Berkat Kerja Keras, Jurnalistik UHO Raih Predikat Akreditasi "Baik Sekali"

Film jadi dalam waktu 1 bulan

Pemilik akun Instagram @alanasjkg_yb ini, menceritakan film tersebut bercerita tentang seorang pengusaha muda, “La Bua” yang bangkrut dan berhasil bangkit dengan memanfaatkan jalur rempah.

“Kami produksi kurang lebih 1 bulan, mulai dari 2 minggu proses penulisan naskah, riset lapangan, pencarian talent, latihan drama masing-masing karakter, dan syuting kurang lebih 1 minggu, serta proses finishing-nya atau editing kami lakukan dalam waktu 4 hari,” ceritanya.

Laporan: Yusrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten