Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Konflik Kepsek dan Guru Honor hingga Puluhan ASN Buat Petisi Tolak Honorer Jadi Sejarah Baru di Kendari

Konflik Kepsek dan Guru Honor hingga Puluhan ASN Buat Petisi Tolak Honorer Jadi Sejarah Baru di Kendari
Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik (kanan) dan anggota DPRD Kota Kendari fraksi Partai Golkar, La Ode Ashar (kiri). Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (16/1/2023).

Kendari – Konflik yang melibatkan kepala sekolah dan seorang guru honorer menjadi sejarah baru bagi dunia pendidikan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).  Pasalnya, polemik guru dan kepsek ini memicu puluhan aparatur sipil negara (ASN) di Sekolah Dasar (SD) Negeri 92 Kendari membuat petisi menolak guru honor.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, La Ode Ashar mengaku, ada sejumlah kejanggalan dalam kasus yang melibatkan Kepsek SD Negeri 92 Kendari bernama Siti Murni dan guru honor bernama Wa Ode Sunartin. 

Hal ini disampaikan saat La Ode Ashar bersama anggota dewan lainnya mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) di Kantor DPRD Kota Kendari pada Senin (16/1/2023).

Guru honorer yang dipecat setelah 16 tahun mengabdi, Wa Ode Sunartin saat mengeluh di depan anggota DPRD Kendari.
Guru honorer yang dipecat setelah 16 tahun mengabdi, Wa Ode Sunartin saat mengeluh di depan anggota DPRD Kendari. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (16/1/2023).

Kata kader Partai Golkar itu, konflik kepsek dan guru tersebut memicu keterlibatan sekelompok guru-guru yang berstatus ASN membuat petisi. Dalam petisi itu, mereka bertandatangan dan menolak Wa Ode Sunartin mengajar di SD Negeri 92 Kendari. 

“Ini sebenarnya kasusnya guru honor Wa Ode Sunartin yang meminta kejelasan terkait berkasnya yang berubah saat mengikuti seleksi PPPK, tetapi apa alasan guru-guru yang lain ini tiba-tiba membuat petisi dan menolak yang bersangkutan, kasian dia ini hanya honorer, dia juga mencari nasibnya,” ujarnya. 

Lantas, La Ode Ashar mencecar sejumlah pertanyaan kepada guru-guru yang membuat petisi itu. Beberapa di antaranya mengaku membuat petisi itu karena Wa Ode Sunartin tidak patuh pada pimpinan, tidak punya etika, tidak minta maaf kepada sekolah, membuat gaduh di sekolah, dan berbagai alasan lainnya. Bahkan, beberapa di antaranya tampak menyerang pribadi Wa Ode Sunartin dan suaminya ikut disebut-sebut. 

Baca Juga:  Anggota DPRD Kota Kendari Divaksin, Ketua DPRD: Tidak Ada Efek Samping

Ia tidak puas dengan jawaban dilontarkan oleh guru-guru tersebut. Sehingga, La Ode Ashar menduga ada kepentingan di balik pemecetan hingga keterlibatan guru-guru membuat petisi tersebut. Kasus itu pun perdana, sehingga menjadi catatan sejarah bagi dunia pendidikan di Kota Lulo. 

“Mudah-mudahan ini bukan kepentingan seseorang yang teroganisir. Luar biasa juga ini guru-guru kami. Bahkan, ini akan menjadi sejarah baru bagi dunia pendidikan di Kota Kendari. Seberapa buruknya ini Wa Ode Sunartin ini sampai guru-guru ini kompak sekali membuat petisi,” katanya. 

Atas petisi yang dibuat itu, La Ode Ashar berharap agar guru-guru di SD Negeri 92 Kendari tidak menunjukkan kelakuan yang kekanak-kanakkan. Sebab, menjadi guru honorer selama 16 tahun bukanlah hal mudah. Seharusnya mereka saling menghargai apalagi sama-sama mencari nafkah. 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik. Ia mengecam upaya pemecatan yang dilakukan dan pembuatan petisi oleh para ASN di sekolah itu. 

Oleh karena itu, Rajab menegaskan, agar Dinas Pendidikan Kota Kendari memberi solusi secepatnya kepada Wa Ode Sunartin agar kembali mengajar. 

“Dua solusinya, Wa Ode Sunartin harus dikembalikan ke sekolah atau dicarikan sekolah lain untuk mengajar,” tegasnya. 

Jika dalam waktu dekat belum ada langkah tegas yang akan ditentukan, maka ia mengancam akan mengeluarkan hak konstitusinya untuk mengaudit dan memeriksa semua oknum yang terlibat saat Wa Ode Sunartin gagal mengikuti seleksi PPPK tahun 2022 lalu. 

ADVERTISEMENT
Baca Juga:  Sopir Truk Demo Kelangkaan BBM di Kendari, Minta Mobil Pribadi Dibatasi Beli Solar Subsidi

Secara terpisah, Kepsek SD Negeri 92 Kendari, Siti Murni saat ditemui RDP memilih diam dan enggan memberikan komentar kepada wartawan.

Pemecatan Guru Honorer yang Telah Mengabdi 16 Tahun di Kendari Diduga Teroganisir

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten