Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Entertainment

Mengenal Tia Hidayat Fashion Designer asal Wakatobi yang Sudah Go Internasional

Mengenal Tia Hidayat Fashion Designer asal Wakatobi yang Sudah Go Internasional
Tia Hidayat (tengah) bersama model yang menggunakan busana rancangannya. Foto: Istimewa.

Wakatobi – St. Rachmatia Hidayat adalah seorang fashion designer asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Wanita kelahiran Tomia, Kabupaten Wakatobi ini sudah memamerkan karya-karyanya hingga ke mancanegara.

Wanita yang akrab disapa Tia Hidayat ini sudah malang melintang di dunia fashion sejak tahun 1998. Sampai saat ini berbagai pameran fashion mulai dari dalam negeri hingga luar negeri sudah pernah diisi.

Tidak tanggung-tanggung salah satu negara di Eropa sudah pernah dia kunjungi. Motivasi yang besar membuat Tia Hidayat masih terus eksis pada dunia tata busana hingga saat ini.

St. Rachmatia Hidayat (kanan) memamerkan tenunan khas Masalili dan tenunan khas Buton yang diperagakan oleh model (kiri) pada ajang fashion di Kota Paris, Prancis.
St. Rachmatia Hidayat (kanan) memamerkan tenunan khas Masalili dan tenunan khas Buton yang diperagakan oleh model (kiri) pada ajang fashion di Kota Paris, Prancis. Foto: Istimewa. (3/9/2022).

Profil dan Riwayat Pendidikan Tia Hidayat

Tia Hidayat lahir di Tomia, Kabupaten Wakatobi pada 17 November 1976. Dia dibesarkan di keluarga kecil sederhana di kampung halamannya.

“Saya dulu sekolah di SDN 3 Waha, lalu pindah ke SDN 1 Bone-Bone di Kota Baubau. Saya lulus SD di Baubau,” kata Tia Hidayat kepada Kendariinfo, Senin (26/9/2022).

Sejak lulus SD, Tia Hidayat memutuskan pindah ke Kota Kendari dan memilih masuk ke SMPN 2 Kendari.

“Tia besar di Kendari bersama dengan kakek tercinta,” tambahnya.

Tia Hidayat menghabiskan masa-masa mudanya bersama dengan keluarga dan sesekali mulai memikirkan kehidupan untuk masa depannya.

Pada tahun 2018, Tia Hidayat memutuskan menempuh pendidikan fashion yang lebih serius di Islamic Fashion Institute di Kota Bandung.

Fashion Designer asal Wakatobi, Tia Hidayat.
Fashion Designer asal Wakatobi, Tia Hidayat. Foto: Istimewa.

Awal Memulai Karier di Dunia Fashion

Baca Juga:  Diduga Lakukan Penganiayaan, Ini Pengakuan Sekuriti RSUD Bahteramas

Setelah menikah pada tahun 1998, Tia Hidayat memulai ketekunannya di bidang jahit menjahit. Dia mulai merintis usaha jahit kecil bersama suaminya di Kelurahan Tomba, Kota Baubau.

“Dulu kami memulai dengan usaha jahit kecil di tempat petak kecil ukuran 3×3 meter,” ujar Tia Hidayat.

ADVERTISEMENT

Setelah masuk sekolah fashion pada tahun 2018, Tia Hidayat makin memiliki teknik dan kualitas yang semakin baik, hal itu tak lain karena pendidikan fashion-nya.

Tia Hidayat kemudian membuat sebuah brand fashion dengan nama Watiah’s Fashion Indonesia yang telah memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Brand saya juga sudah mendapatkan sertifikasi dari lembaga profesi mode berbasis fashion stylist,” bebernya.

Setelah lulus sekolah fashion, Tia Hidayat mulai bergabung bersama dengan asosiasi fashion guna menambah relasi kerja sekaligus mencari peluang untuk bisa lebih sukses lagi.

“Tidak lama setelah lulus, saya bergabung secara resmi dalam asosiasi Fashion Designer Indonesia yang disebut IFC Indonesia Fashion Chamber,” lanjutnya.

Berkat kerja keras dan ketekunan yang kuat, kini Tia Hidayat mulai rutin mengikuti fashion show nasional bahkan internasional, seperti Jakarta Fashion Week, Muslim Fashion Festival, Paris Front Row dan masih banyak lagi.

Tia Hidayat Bawa Tenun Khas Daerah hingga ke Mancanegara

Tia Hidayat pernah membawa tenun Masalili dan tenun Buton pada sebuah acara fashion di Paris, Prancis. Kegiatan fashion yang bertajuk Front Row Paris 2022 tersebut diselenggarakan oleh Indonesian Fashion Chamber di Bateau Chansonnier Port Debilly dan La Galerie Bourbon, Paris, Perancis, pada 3 – 4 September 2022 lalu.

Baca Juga:  Bawa Tenun dari Mekongga, Fashion Designer asal Kolaka Jadi Best Student IFI

“Saya berkolaborasi dengan penenun bernama Wa Ode Obi, bawakan tenun Masalili dikombinasikan dengan aksen tenun Buton pada saat di Paris,” kata dia, Rabu (14/9) lalu.

Ajang tersebut diikuti oleh 23 fashion designer yang tersebar di seluruh nusantara. Para peserta menampilkan berbagai koleksi busana yang ada di bumi pertiwi kepada para penonton yang mayoritas merupakan masyarakat Eropa.

Saat kegiatan di Kota Menara Eiffel itu, Tia Hidayat memamerkan dua look busana dengan corak khas bernuansa hitam kombinasi tenun Masalili dan tenun khas Buton, Sultra.

“Dua look busana tersebut bertema ‘Asmaraloka’ yang diperagakan oleh 2 model dari agency Paris. Tenun Masalili dari Kabupaten Muna saya kombinasikan dengan tenun Buton dari Kota Baubau,” tambahnya.

Tia Hidayat menjelaskan, ‘Asmaraloka’ memiliki arti Dunia Penuh Cinta. Dia menyebut, konsep busana tersebut terinspirasi dari style Androgini yang sudah ada sejak tahun 1960-an di Eropa.

Selain tampil di Paris, Tia Hidayat juga pernah memamerkan tenun khas Wakatobi di sebuah acara fashion di Kota Tamil Nadu, India.

Fashion Designer asal Wakatobi Pamerkan Tenun Masalili dan Buton di Kota Paris

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten