Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Pria Ancam Hendak Tikam Warga di Wuawua Kendari Perkara Ricuh Antrean BBM

Pria Ancam Hendak Tikam Warga di Wuawua Kendari Perkara Ricuh Antrean BBM
Pria berinisial SS, terduga pelaku pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap seorang warga berinisial NO di Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (20/4/2026).

Kendari – Seorang pria berinisial SS dilaporkan ke Polresta Kendari usai diduga melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap seorang warga berinisial NO di Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (20/4/2026).

Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh perselisihan terkait pengaturan antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Jalan Sorumba. Insiden bermula saat NO tengah menjalankan tugas mencatat nomor antrean truk pengisi solar di lokasi tersebut.

NO mengungkapkan, situasi mendadak memanas ketika terduga pelaku datang dan mengadang akses jalan menggunakan sepeda motor. SS disebut melarang para sopir truk mengambil nomor antrean, sehingga memicu adu mulut antara keduanya.

“Dia datang mengadang jalan dan melarang sopir ambil nomor antrean. Kami sempat beradu mulut, bahkan saya sempat didorong sebelum akhirnya dilerai warga sekitar,” ujar NO, Selasa (21/4).

Setelah kejadian tersebut, korban mengira persoalan telah selesai dan memilih kembali ke rumah. Namun, situasi justru kembali memanas ketika SS mendatangi kediaman korban setelah insiden tegang di lokasi awal.

Di depan rumah korban, SS disebut berteriak histeris sambil membawa dua bilah pisau dapur di kedua tangannya. Ia diduga melontarkan ancaman akan menikam korban beserta anggota keluarganya.

“Dia bawa dua pisau dapur dan mengancam mau menikam saya dan keluarga. Sempat diadang saudara saya, tapi dia tetap mengancam,” lanjut NO.

Baca Juga:  IOSIE 2024 oleh FEBI IAIN Kendari, 49 PTKIN se-Indonesia Turut Ambil Bagian

Aksi terduga pelaku baru mereda setelah korban berupaya menghubungi Tim Patroli Perintis Presisi Polresta Kendari. Mengetahui polisi akan datang, SS kemudian mundur dan melarikan diri dari lokasi kejadian.

Merasa keselamatan dirinya dan keluarga terancam, NO akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Kendari agar dapat ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pengancaman tersebut.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten