Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Entertainment

Sederet Film Karya Rere Art2Tonic, hingga Proyek Film Tentang Covid-19

Sederet Film Karya Rere Art2Tonic, hingga Proyek Film Tentang Covid-19
Rere Art2Tonic. Foto: Instagram/@rere_art2tonic.

Nasional – Seorang seniman Syahrir Arsyad atau akrabnya dikenal Rere Art2Tonic, lekat dengan segudang karyanya yang berciri khas lokal.

Dia menulis sejumlah lagu berdialek Sulawesi Selatan (Sulsel), seperti Ewako PSM, Makassar Bisa Tonji, Jadi Kenapami, serta Baco Becce. Beberapa lagunya juga dijadikan soundtrack film.

Selain itu, pria yang dulunya juga pernah bersekolah di Kota Kendari tersebut pun telah eksis menghasilkan sederet film lokal. Karya-karyanya banyak disukai oleh penikmat film nasional.

Saat ini, sineas itu tengah mempersiapkan sejumlah proyek film, yang di antaranya merupakan permintaan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

“Ada beberapa film pendek pesanan dari bapak Menteri Sandiaga Uno tentang kebangkitan pariwisata di masa Covid,” kata Rere, saat dihubungi Kendariinfo.com, Rabu (28/7/2021).

Rere mengungkapkan bahwa film yang bakal digarapnya ini lagi-lagi berbau kedaerahan.

“Iya, lokal semua. Tentang Bali, Mandalika, Borobudur, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga bakal mengangkat sebuah film yang berceritakan tentang wabah Covid-19, di mana nantinya tayangan ini banyak bercerita tentang korban-korban Virus Corona.

“Ada juga pesanan film tentang PSM Makassar, dan film tentang korban-korban Covid,” imbuhnya.

Pernah tinggal di Kota Kendari

Sejak kecil, Rere tinggal bersama orang tuanya dan menikmati masa kecilnya di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Ibunya berdarah Tolaki, sementara ayahnya dari Bone.

Baca Juga:  8 Polisi Diperiksa Terkait Dugaan Kasus Kematian Tak Wajar Tahanan di Polres Muna

“Sewaktu berada di Sultra kami tinggal di Kendari Caddi dan di Puuwatu,” kenangnya.

Sementara itu, selama mengemban pendidikan di bangku SMP, Rere mengaku sempat berpindah-pindah sekolah hingga di banyak SMP lantaran sering tidak masuk sekolah.

“Dulu saya sering bolos. Saya juga pernah di SMP 2 Kolaka juga selama enam bulan,” katanya.

Adapun sekolah yang pernah dimasuki oleh sineas kelahiran 28 Juni 1975 ini, yakni TK Islam Kemaraya, SMP 1 Kendari, SMP 2 Kendari, SMP 4 Kendari, SMP Angkasa, sampai dengan SMP 3 Kendari, dan SMP 2 Kolaka.

Lulus di bangku SMP pria ini pindah ke Jakarta pada 1990, kemudian 1994 dia berpindah ke Makassar dan memutuskan untuk menetap di sana hingga sekarang.

“Saya tinggalkan Kendari tahun 1990 ke Jakarta waktu itu,” tutur Rere.

Beberapa film lokal garapan Rere Art2Tonic

Maipa Deapati & Datu’ Museng

Poster film Maipa Deapati & Datu’ Museng.
Poster film Maipa Deapati & Datu’ Museng. Foto: Istimewa.

Film ini merupakan film kolosal Indonesia yang dirilis pada 11 Januari 2018, dan disutradarai oleh Rere sendiri. Cerita dari film ini diangkat dari legenda di Kota Makassar yakni Maipa Deapati dan Datu’ Museng.

Adapun pemeran dalam film ini, yakni Shaheer Sheikh, seorang artis Bollywood yang berperan sebagai Datu’ Museng, Fildzah Burhan sebagai tokoh Maipa Deapati, dan Hans De Kraker sebagai Tomalompa.

Baco Becce

Poster film Baco Becce.
Poster film Baco Becce. Foto: Istimewa.

Baco Becce merupakan film bergenre komedi yang ditayangkan pada September 2018.

Film karya Rere Art2Tonic ini diproduksi oleh Paramedia Indonesia dan dibintangi sederet bintang komedi dari Sulawesi, seperti Mimi Peri, Syukri Al Gazali, Zaka Kribo, Anjas Chambank, Oki Dm, dan Muis Ceska.

Baca Juga:  Pasutri di Muna Tewas Usai Motor yang Digunakan Terlibat Tabrakan di Hutan Warangga

Sumiati

Poster film Sumiati.
Poster film Sumiati. Foto: Istimewa.

Film garapan sineas Rere ini diangkat dari legenda hantu di Sulsel yang sudah ada sejak era Belanda dan Jepang di Indonesia dengan menggunakan alur yang beragam dari masa ke masa hingga akhir tahun 1990-an.

Tayangan ini rilis pada tahun 2015 lalu, dan diputar di bioskop pada 20 kota.

Bombe

Bombe dirilis pada November 2014 lalu, bercerita tentang perseteruan sekumpulan anak-anak sekolah dasar yang terbagi dalam dua geng.

Film ini dimainkan oleh Zahra Syahira Syahrir, Alya Nur Azizah Hendra, Siti Anisyah Putri dan masih banyak lagi.

Tenripada

Poster film Tenripada.
Poster film Tenripada. Foto: Istimewa.

Film Tenripada menampilkan artis Jeihan Dun berperan sebagai Melati, dan Reza Pahlevi sebagai Syamsir.

Film ini bercerita tentang dua orang remaja yang saling jatuh cinta, namun terkendala oleh masa lalu kedua keluarga. Kisah ini juga memperkenalkan salah satu pelanggaran adat dari orang Makassar, yaitu kawin lari yang disebut dengan silariang.

Silariang: Menggapai Keabadian Cinta

Poster film Silariang: Menggapai Keabadian Cinta.
Poster film Silariang: Menggapai Keabadian Cinta. Foto: Istimewa.

Silariang versi Art2Tonic ini merupakan film keempat hasil garapan Rere yang dirilis pada Maret 2017. Film ini juga disutradarai oleh dirinya sendiri.

Film ini bercerita tentang sepasang kekasih yang menghadapi jalan terjal dalam menggapai cinta karena tak mendapat restu dari orang tua. Dinda Surbakti berperan sebagai tokoh Cia dan Jeyhan Kler sebagai Ali.

Penulis
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten