Usai Gempa M 4,9, Sultra Diguncang 4 Gempa Susulan
Kendari – Gempa bumi mengguncang Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (25/3/2022) malam. Data yang dihimpun Kendariinfo, gempa pertama kali terjadi sekitar pukul 21.20 WITA, selanjutnya 4 kali gempa susulan berlangsung dalam kurun waktu 10 jam. Belum cukup sehari, gempa bumi yang terjadi di Sultra ini terjadi sebanyak 5 kali.
Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin menyebut gempa bumi pertama M 4,9. Episentrum gempa terletak pada koordinat 3.87 LS, 122.76 BT, atau tepatnya berlokasi pada jarak 11,9 kilometer timur laut Soropia, Kabupaten Konawe dengan kedalaman 2 kilometer.
Sekitar 17 menit kemudian, gempa susulan M 2,8 kembali terjadi sekitar pukul 21.37 WITA. Lokasi gempa bumi terletak pada koordinat 4.03 LS, 122.83 BT, tepatnya pada jarak 19,5 kilometer, area Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dengan kedalaman 10 kilometer.
Setelah 3 menit kemudian atau tepatnya pada pukul 21.40 WITA, gempa bumi susulan M 3 kembali terjadi pada koordinat 3.78 LS, 122.76 BT. Jaraknya sekitar 18,2 kilometer timur laut Soropia, Kabupaten Konawe dengan kedalaman 10 kilometer.
Selanjutnya, 6 menit kemudian atau tepatnya pukul 21.46 WITA, gempa susulan M 2,6 terjadi pada lokasi 3.94 LS, 122.56 BT, atau jarak 3,3 kilometer barat laut Kendari Barat, Kota Kendari di kedalaman 8 kilometer.
Tak sampai di situ, sekitar 9 jam berlalu tepatnya pukul 06.03 WITA, Sabtu (26/3) pagi tadi, gempa bumi M 3,5 kembali terjadi di lokasi 3.87 LS, 122.7 BT pada jarak 6,2 kilometer timur laut Soropia, Kabupaten Konawe di kedalaman 10 kilometer.
Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Kota Kendari, Kabupaten Konsel, dan Konawe. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami,” tambahnya.
Rudin mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selanjutnya, masyarakat juga diharapkan menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” pungkasnya.
