Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

Cegah Abrasi Pantai, Mahasiswa FISIP UHO Tanam 250 Pohon Mangrove di Teluk Kendari

Cegah Abrasi Pantai, Mahasiswa FISIP UHO Tanam 250 Pohon Mangrove di Teluk Kendari
Mahasiswa Jurusan Jurnalistik dan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Universitas Halu Oleo (UHO) menanam pohon mangrove di sekitar Teluk Kendari. Foto: Istimewa. (3/7/2022).

Kendari – Mahasiswa Jurusan Jurnalistik dan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Halu Oleo (UHO) angkatan 2021 menanam 250 pohon mangrove di sekitar Teluk Kendari, Minggu (3/7/2022) pagi sekitar pukul 09.00 WITA. Penanaman tumbuhan tersebut di sekitar Teluk Kendari karena diyakini mampu menahan pengikisan garis pantai (abrasi) akibat gelombang air laut.

Dosen Wawasan Kemaritiman FISIP UHO, La Ode Herman Halika, mengatakan penanaman mangrove dilakukan rutin setiap tahun sebagai kampanye pelestarian laut kepada para mahasiswa. Herman sebagai penanggung jawab juga turun langsung mendampingi mahasiswanya menanam pohon mangrove di sekitar Teluk Kendari, Kelurahan Watuwatu, Kecamatan Kendari Barat.

“Abrasi di Kota Kendari semakin hari semakin meningkat, maka kami sebagai akademisi mengangkat tema tentang kelestarian laut. Salah satu yang kami lakukan adalah memperbanyak penanaman pohon mangrove, setidaknya mengurangi abrasi pantai akibat ulah manusia sendiri maupun karena faktor alam. Tadi lokasinya di depan SPBU Teratai,” kata Herman kepada Kendariinfo.

Mahasiswa Jurusan Jurnalistik dan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Universitas Halu Oleo (UHO) menanam pohon mangrove di sekitar Teluk Kendari.
Mahasiswa Jurusan Jurnalistik dan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Universitas Halu Oleo (UHO) menanam pohon mangrove di sekitar Teluk Kendari. Foto: Istimewa. (3/7/2022).

Selain mencegah abrasi pantai, penanaman mangrove juga dipercaya dapat menampung materiel sedimen akibat aktivitas manusia yang berakhir di sekitar Teluk Kendari. Dengan begitu, kelangsungan kelestarian laut dapat terus dinikmati sampai generasi-generasi berikutnya. Penanaman mangrove yang dilakukan para mahasiswa juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan laut oleh generasi milenial.

“Penanaman pohon mangrove juga untuk menumbuhkan rasa cinta kepada laut oleh generasi milenial. Mangrove sangat berperan penting menjaga kelestarian laut. Adanya mangrove dapat memperbanyak daerah resapan air, apalagi kalau laut ditimbun terus,” ujarnya.

Baca Juga:  Dirjen Dikti Nyatakan Prof Zamrun Terbukti Lakukan Plagiarisme

Sementara itu, mahasiswa Ilmu Komunikasi, Nurul Fatimah, mengaku penanaman pohon mangrove merupakan bagian dari program wawasan kemaritiman. Nurul menyebut, dia bersama teman-temannya yang lain diwajibkan menanam satu pohon mangrove untuk setiap mahasiswa pada kesempatan tersebut. Selain menanam pohon mangrove, mereka juga melakukan pemungutan sampah.

“Untuk mencegah abrasi pantai, kami diwajibkan menanam pohon mangrove. Kita juga pungut sampah yang berserakan di sekitar lokasi penanaman pohon mangrove,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten